Sabtu, 11 April 2026

Banjir bandang Libia: Mayat-mayat yang tak dikenali setelah bencana melanda

Air telah membuat banyak jenazah korban banjir Libia sulit diidentifikasi, sementara angka kematian terus bertambah.

BBC Indonesia
Banjir bandang Libia: Mayat-mayat yang tak dikenali setelah bencana melanda 

Seorang dokter bermasker membungkuk untuk memeriksa sebuah kantung mayat, dan dengan hati-hati mengatur posisi kaki pria yang terbaring di dalamnya.

"Pertama-tama kami menentukan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan," dia menjelaskan.

"Dia sudah dalam tahap pembusukan sekarang, karena air."

Di tempat parkir rumah sakit di kota Derna, Libia bagian selatan, identifikasi terakhir salah satu dari banyak korban sedang diperiksa dan dicatat dengan hati-hati.

Ini telah menjadi salah satu pekerjaan paling vital di sini, juga yang paling bikin miris.

Pria itu sudah tidak dikenali setelah satu pekan terombang-ambing di lautan. Tubuhnya terdampar di pantai pagi itu.

Tangan para dokter yang terlatih meraba-raba tubuhnya, mencari tanda-tanda identifikasi dan mengambil DNA-nya.

Itu penting, kalau-kalau ada keluarganya yang masih hidup dan ingin mengklaimnya.

Lebih dari 10.000 orang masih secara resmi dinyatakan hilang, menurut data dari lembaga Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Palang Merah telah merilis datanya sendiri.

PBB mengatakan angka kematian sejauh ini mencapai sekitar 11.300 jiwa.

Jumlah pastinya masih belum jelas — tapi satu hal yang sudah pasti adalah skala kerusakan bencana ini.

Muhammad Miftah yakin keluarganya ada di antara para korban.

Ketika dia mencari adik perempuan beserta suaminya di rumah mereka setelah banjir, rumah tersebut telah hanyut terbawa air.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved