Kamis, 23 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Paus Fransiskus Bertemu Keluarga Sandera Palestina dan Israel, Sebut Perang Berubah Jadi Terorisme

Paus Fransiskus bertemu dengan keluarga sandera asal Palestina dan Israel. Dia menyebut kini perang sudah berubah menjadi aksi terorisme.

istimewa
Paus Fransiskus bertemu dengan keluarga sandera asal Palestina dan Israel. Dia menyebut kini perang sudah berubah menjadi aksi terorisme. 

TRIBUNNEWS.COM - Paus Fransiskus bertemu secara terpisah dengan keluarga sandera asal Palestina dan Israel di Vatikan pada Rabu (22/11/2023).

Seusai pertemuan tersebut, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa perang Hamas dengan Israel sudah seperti aksi terorisme.

Dia juga bercerita bahwa keluarga dari sandera asal Palestina dan Israel mengaku menderita akibat peperangan yang terjadi.

"Inilah dampak perang. Tapi kini sudah melampaui perang. Ini bukan perang, ini terorisme," kata Paus Fransiskus dalam pidatonya di lapangan St. Peter, Vatikan, dikutip dari Reuters.

Paus pun meminta Hamas dan Israel "tidak terus menerus terbawa hawa nafsu, yang pada akhirnya membunuh semua orang."

Pada saat yang bersamaan, sekelompok warga Palestina yang berada di antara penonton memperlihatkan gambar jenazah yang dibungkus kain putih serta sebuah plakat bertuliskan "Berlanjutlah, Nakba".

Baca juga: PMI Kirim Tim ke Gaza, Jusuf Kalla Inisiasi Gudang Logistik Besar di Perbatasan Mesir-Palestina

Sebagai informasi, nakba adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti bencana dan mengacu pada pengungsian dan perampasan warga Palestina dalam perang dengan Israel pada tahun 1948.

Setelah bertemu dengan Paus Fransiskus, keluarga sandera Palestina dan Israel berencana akan menggelar konferensi pers terpisah pada Rabu malam waktu setempat.

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari

EDITORS NOTE: (Graphic Content) Seorang pria bergegas membawa bayi ke rumah sakit Al-Shifa menyusul pemboman Israel yang menghantam sebuah rumah di lingkungan Mansura Kota Gaza, di pinggiran timur Shujaiya pada 4 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Ribuan warga sipil, baik warga Palestina maupun Israel, telah tewas sejak 7 Oktober 2023, setelah militan Hamas Palestina yang berbasis di Jalur Gaza memasuki Israel selatan dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang yang diumumkan oleh Israel terhadap Hamas dengan pemboman balasan di Gaza. (Bashar TALEB / AFP)
EDITORS NOTE: (Graphic Content) Seorang pria bergegas membawa bayi ke rumah sakit Al-Shifa menyusul pemboman Israel yang menghantam sebuah rumah di lingkungan Mansura Kota Gaza, di pinggiran timur Shujaiya pada 4 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Ribuan warga sipil, baik warga Palestina maupun Israel, telah tewas sejak 7 Oktober 2023, setelah militan Hamas Palestina yang berbasis di Jalur Gaza memasuki Israel selatan dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang yang diumumkan oleh Israel terhadap Hamas dengan pemboman balasan di Gaza. (Bashar TALEB / AFP) (AFP/BASHAR TALEB)

Sebelum pertemuan tersebut digelar, Israel dan Hamas telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata sementara.

Dikutip dari Aljazeera, pengumuman gencatan senjata itu dilakukan oleh Qatar sebagai negara yang menjadi mediator antara Israel dan Hamas.

Dalam pengumumannya, Qatar menyampaikan bahwa Israel dan Hamas setuju untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari.

Salah satu perjanjian yang turut dilakukan dalam gencatan senjata tersebut ialah pembebasan sandera dari kedua belah pihak.

"Perjanjian tersebut mencakup pembebasan 50 sandera perempuan dan anak-anak warga sipil yang saat ini ditahan di daerah kantong Palestina, sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel," demikian pengumuman tersebut dibacakan.

Baca juga: PMI Kirim Tim ke Gaza, Jusuf Kalla Inisiasi Gudang Logistik Besar di Perbatasan Mesir-Palestina

Sebelum kesepakatan gencatan tersebut, diberitakan bahwa pemerintah Isarael memilih menerima kesepakatan yang membebaskan beberapa sandera yang ditahan Hamas di Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved