Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Popularitas Trump Anjlok ke Level Kritis, Perang Iran Picu Ketidakpuasan Publik AS Meluas
Jajak pendapat terbaru menunjukkan rating Trump jatuh ke kisaran 30%, tekanan perang Iran dan ekonomi picu lonjakan penolakan publik
Ringkasan Berita:
- Popularitas Donald Trump anjlok ke kisaran 30-an persen di berbagai jajak pendapat, dipicu dampak perang Iran dan tekanan ekonomi.
- Mayoritas warga AS kini menolak kebijakan Trump, terutama terkait inflasi dan konflik luar negeri.
- Tren penurunan yang konsisten menempatkan Trump dalam posisi politik berisiko, mendekati level krisis kepercayaan publik seperti era presiden sebelumnya.
TRIBUNNEWS.COM - Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan merosot tajam ke titik terendah selama masa jabatan keduanya di tengah tekanan perang Iran dan krisis ekonomi domestik.
CNN melaporkan sejumlah jajak pendapat terkini menunjukkan tingkat dukungan terhadap Trump merosot ke sekitar 30 persen.
Survei Reuters-Ipsos mencatat angka 36 persen, sementara survei Strength in Numbers-Verasight menunjukkan 35 persen dan AP-NORC sebesar 33 persen.
Hasil ini memperpanjang tren penurunan konsisten yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan, delapan dari sembilan jajak pendapat utama menempatkan Trump di level yang sama rendahnya.
Ketidakpuasan Publik Meningkat
Tidak hanya tingkat persetujuan yang menurun, angka ketidakpuasan terhadap Trump juga mencapai rekor baru.
Rata-rata penolakan publik terhadap Trump kini berada di kisaran 62 persen menurut agregasi survei nasional.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode krisis sebelumnya, termasuk awal masa jabatan 2017 dan pasca peristiwa January 6 United States Capitol attack.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya penolakan masyarakat terhadap kepemimpinan Trump.
Baca juga: Intel Bantah Klaim Trump, Yakin Iran Memiliki Ribuan Rudal untuk Melanjutkan Perang
Perang Iran Jadi Faktor Kunci
Penurunan ini disebut semakin tajam sejak pecahnya konflik dengan Iran.
Isu perang kini menjadi salah satu faktor utama yang menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Survei menunjukkan sekitar dua pertiga warga Amerika tidak setuju dengan cara Trump menangani konflik tersebut.
Selain itu, kebijakan luar negeri ini dinilai memperburuk ketidakstabilan global sekaligus menekan ekonomi domestik.
Tekanan Ekonomi Perburuk Situasi
Faktor ekonomi juga menjadi penyebab utama merosotnya popularitas Trump.