Senin, 1 September 2025

Serangan Pisau Akhir Pekan di Menara Eiffel, Turis Jerman Tewas, Pelaku Punya Riwayat Sakit Mental

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan seorang turis asal Jerman tewas dan dua orang lainnya terluka akibat ditikam oleh seorang pria

Editor: Daryono
Gambar oleh Nuno Lopes dari Pixabay
Menara Eiffel di Paris. - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan seorang turis asal Jerman tewas dan dua orang lainnya terluka akibat ditikam oleh seorang pria. 

"Kami tidak akan menyerah pada terorisme. Tidak pernah," lanjutnya.

"Paris berduka atas serangan mengerikan ini," tulis Menteri Transportasi Clement Beaune di X. dikuti dari lemonde.fr.

Baca juga: Pasangan Turis Asal Amerika Mabuk Ditemukan Tidur di Atas Menara Eiffel

Penuturan saksi mata

Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan seorang sopir taksi yang menyaksikan kejadian itu.

"Ia lantas turun tangan," tambah Menteri Dalam Negeri Prancis.

Penyerang kemudian menyeberangi Sungai Seine dan menyerang orang lain dan melukai salah satunya dengan palu.

Polisi melakukan pengejaran dan menggunakan taser untuk menetralisir pria tersebut, yang kemudian ditangkap.

Seorang wanita, memegang balon berbentuk hati merah, mencium pacarnya di depan menara Eiffel, pada hari perayaan tahunan Hari Valentine di Paris, pada 14 Februari 2022. (Photo by Ludovic MARIN / AFP)
Seorang wanita, memegang balon berbentuk hati merah, mencium pacarnya di depan menara Eiffel, pada hari perayaan tahunan Hari Valentine di Paris, pada 14 Februari 2022. - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan seorang turis asal Jerman tewas dan dua orang lainnya terluka akibat ditikam oleh seorang pria.(Photo by Ludovic MARIN / AFP) (AFP/LUDOVIC MARIN)

Jelang Olimpiade Paris

Insiden ini terjadi kurang dari delapan bulan sebelum Olimpiade di Paris.

Kejadin ini lantas memicu kekhawatiran mengenai langkah-langkah keamanan untuk menyambut acara olahraga global mendatang.

Baca juga: Peringati Satu Tahun Invasi Rusia, Menara Eiffel Nyalakan Lampu Bertajuk Bendera Ukraina

Prancis berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan serangan sejak Oktober.

Saat itu, seorang guru ditikam hingga tewas di kota utara Arras oleh seorang mantan siswa yang berasal dari wilayah Ingushetia di Pegunungan Kaukasus, Rusia.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan