Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Bom Israel Hancurkan Masjid Tertua di Gaza, Hamas: Kejahatan Keji dan Biadab

Hamas mengatakan serangan Israel yang menghancurkan Masjid Omari sebagai kejahatan biadab.

Middle East Monitor
Penampakan Masjid Omari yang hancur setelah dibom Israel, Jumat (8/12/2023). Masjid Omari adalah masjid tertua dan terbesar di Gaza. 

Masjid tersebut merupakan yang tertua dan terbesar di wilayah kecil Palestina.

Selain Masjid Omari, Masjid Othman bin Qashqar, yang juga berada di Gaza, menjadi target serangan Israel, pada Kamis (7/12/2023), kata Hamas.

Diperkirakan 104 masjid di Gaza telah dihancurkan sejak dimulainya serangan Israel di wilayah kantong tersebut pada 7 Oktober 2023.

Baca juga: Viral Video Anak Gaza Jadi Korban Israel, Sangat Kesakitan, tapi Tertawa Cerita Penderitaannya

Hamas juga mengutuk penghancuran Hammam al-Samara, pemandian gaya Turki terakhir di wilayah tersebut, tempat warga di Gaza mandi selama lebih dari 1.000 tahun.

Tak hanya masjid, Hamas juga mengungkapkan tiga gereja telah dihancurkan oleh Israel, termasuk Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius yang berusia 1.000 tahun.

Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius adalah gereja tertua yang masih aktif di Gaza.

Israel diketahui kerap menuduh Hamas menggunakan masjid, sekolah, dan infrastruktur sipil lainnya untuk melindungi para pejuangnya.

AS Sampaikan Hak Veto Resolusi Gencatan Senjata

Dewan Keamanan PBB mengheningkan cipta sebelum bertemu mengenai konflik antara Israel dan Hamas, pada 10 November 2023, di Markas Besar PBB di New York City.
Dewan Keamanan PBB mengheningkan cipta sebelum bertemu mengenai konflik antara Israel dan Hamas, pada 10 November 2023, di Markas Besar PBB di New York City. (TIMOTI A. CLARY / AFP)

Sementara itu, di tengah situasi Gaza yang semakin memprihatinkan, Amerika Serikat (AS) justru menggunakan hak vetonya pada Jumat, terkait resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Penggunaan hak veto AS itu mematahkan tuntutan gencatan senjata segera yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan negara-negara Arab.

Guterres telah mengadakan pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan PBB setelah konflik berminggu-minggu.

"Uni Emirat Arab sangat kecewa," ujar perwakilan UEA yang mensponsori resolusi yang menyerukan gencatan senjata.

"Sayangnya, dewan ini (Dewan Keamanan PBB) tidak dapat menuntut gencatan senjata kemanusiaan."

AS mempertahankan hak vetonya dan menyerang pendukung resolusi itu.

AS mengkritik mereka karena terburu-buru mewujudkannya dan tidak mengubah seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat.

“Resolusi ini masih berisi seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat. Resolusi ini akan membuat Hamas dapat mengulangi apa yang mereka lakukan pada 7 Oktober,” kata Wakil Perwakilan AS di PBB, Robert Wood.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan