Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Bom Israel Hancurkan Masjid Tertua di Gaza, Hamas: Kejahatan Keji dan Biadab

Hamas mengatakan serangan Israel yang menghancurkan Masjid Omari sebagai kejahatan biadab.

Middle East Monitor
Penampakan Masjid Omari yang hancur setelah dibom Israel, Jumat (8/12/2023). Masjid Omari adalah masjid tertua dan terbesar di Gaza. 

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan, AS dapat menggunakan hak vetonya terhadap resolusi apapun.

Baca juga: Hamas Sebut Tentara Israel Teroris Karena Telanjangi Warga Palestina

Sementara itu, Inggris, yang juga anggota Dewan Kemanan PBB, abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Menjelang pemungutan suara, Guterres mengatakan “kebrutalan yang dilakukan oleh Hamas tidak akan pernah bisa membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.”

“Saya dengan tegas mengutuk serangan-serangan itu. Saya terkejut dengan laporan kekerasan seksual,” kata Guterres menjelang pemungutan suara.

Guterres menggunakan Pasal 99 Piagam PBB yang jarang digunakan untuk menarik perhatian DK PBB mengenai “masalah apapun yang menurut pendapatnya dapat mengancam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.”

Guterres telah mengupayakan “gencatan senjata kemanusiaan” untuk mencegah “bencana yang berpotensi menimbulkan dampak yang tidak dapat diubah bagi rakyat Palestina” dan seluruh Timur Tengah.

Setelah AS memveto resolusi tersebut, Wood mengatakan resolusi tersebut “berbeda dari kenyataan” dan “tidak akan mengambil tindakan nyata.”

Update Terkini Situasi di Gaza

Warga Palestina melarikan diri dari Khan Yunis ke Rafah di Jalur Gaza selatan pada 4 Desember 2023, setelah tentara Israel meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah tertentu di kota itu, ketika pertempuran antara Israel dan militan Hamas terus berlanjut. Israel memperluas serangannya terhadap militan Hamas di Gaza yang terkepung, ketika kekhawatiran internasional semakin mendalam atas meningkatnya jumlah korban warga sipil dalam perang yang dipicu oleh serangan tanggal 7 Oktober.
 (Photo by MAHMUD HAMS / AFP)
Warga Palestina melarikan diri dari Khan Yunis ke Rafah di Jalur Gaza selatan pada 4 Desember 2023, setelah tentara Israel meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah tertentu di kota itu, ketika pertempuran antara Israel dan militan Hamas terus berlanjut. Israel memperluas serangannya terhadap militan Hamas di Gaza yang terkepung, ketika kekhawatiran internasional semakin mendalam atas meningkatnya jumlah korban warga sipil dalam perang yang dipicu oleh serangan tanggal 7 Oktober. (Photo by MAHMUD HAMS / AFP) (AFP/MAHMUD HAMS)

Simak perkembangan terkini pendudukan Israel di Gaza per Sabtu (9/12/2023):

- Para pejabat Palestina mengutuk AS yang menggunakan hak vetonya terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak gencaran senjata segera di Gaza.

Mereka mengecam aksi AS itu sebagai "aib" dan "bencana".

- Utusan Israel untuk PBB berterima kasih pada Presiden AS, Joe Biden, karena memveto resolusi tersebut.

Ia juga mengatakan gencatan senjata hanya akan terjadi setelah semua sandera Gaza dibebaskan dan Hamas dikalahkan.

- Setidaknya 10 warga Palestina tewas dalam serngan Israel di sebuah rumah keluarga di Khan Younis, Gaza selatan.

- Pejabat Program Pangan Dunia PBB mengatakan "kekacauan dan keputusasaan" meluas ketika keluarga-keluarga Palestina yang kehilangan tempat tinggal menderita kelaparan di jalan-jalan Gaza.

- Juru Bicara Gedung Putih, John Kirbym mengatakan kepada wartawan, AS mengakui "lebih banyak yang bisa dilakukan untuk mencoba mengurangi korban sipil" dalam operasi militer Israel.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan