Konflik Palestina Vs Israel
Zara Buka Suara soal Iklan Diduga Hina Perang di Palestina, Klaim Ide sejak Juli 2023
Zara mengklaim ide iklan kontroversial yang diduga menghina perang di Palestina telah dibuat sejak Juli lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan fashion ternama, Zara akhirnya buka suara terkait iklan yang diduga menghina perang yang tengah terjadi di Palestina.
Pasca iklan tersebut viral, aksi boikot pun muncul dan membuat Zara akhirnya menarik iklan itu dari situs dan media sosial miliknya.
Kendati demikian, dikutip dari Reuters, perusahaan induk Zara, Inditex mengungkapkan penarikan iklan tersebut bukan karena aksi boikot maupun diduga menghina perang di Palestina.
Inditex mengungkapkan penarikan iklan itu hanyalah penyegaran konten yang memang dilakukan secara rutin.
Di sisi lain, Inditex mengklaim bahwa ide tema pemotretan itu sudah ada sejak Juli 2023 lalu dan sesi produksi baru terlaksana pada September 2023 atau sebulan sebelum perang antara Hamas-Israel pecah.
Adapun secara spesifik, perang Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.
Baca juga: Zara Menarik Kampanye Iklan yang Kontroversial Setelah Mereka Menghadapi Seruan Boikot
Selain itu, Zara juga mengklaim peluncuran koleksi fashion terbarunya tersebut terinspirasi dari busana pria dari abad pertengahan.
Sebagai informasi, Zara sempat menampilkan foto koleksi Zara Atelier yang dinilai menggambarkan korban pengeboman dan penembakan di jalur Gaza.
Dalam salah satu foto dengan model Amerika Serikat, Kristen Mcmenamy, terlihat manekin yang terbungkus kain putih yang dinilai layaknya jenazah korban perang di Gaza.
Bahkan, Mcmenamy pun tampak memegang manekin yang terbungkus kain yang tampak seperti kafan tersebut.
"Zara Atelier. Collection 04_The Jacket. Koleksi edisi terbatas dari rumah mode ini ini merayakan komitmen kami terhadap keahlian dan semangat untuk ekspresi artistik," tulis Zara di media sosial X miliknya.
Sontak, unggahan tersebut pun langsung banjir hujatan warganet dengan tagar #BoycottZara.
Bahkan tagar tersebut sempat menjadi trending topic di X.
Tak hanya Zara, media sosial Mcmenamy pun tak luput dari hujatan warganet.
Sementara dikutip dari BBC, beberapa gerai Zara di Spanyol pun turut menampilkan properti yang sama dengan iklan yang memicu kontroversi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brand-fashion-ternama-zara-koleksi-busana-zara-atelier-collection.jpg)