Selasa, 5 Mei 2026
Deutsche Welle

WHO Ingatkan Wabah Mpox Berpotensi Menyebar Kembali ke Seluruh Dunia

Tujuh bulan berlalu setelah WHO menurunkan status cacar monyet (Mpox) sebagai ancaman global. Namun, wabah tersebut kini berpotensi…

Tayang:
Deutsche Welle
WHO Ingatkan Wabah Mpox Berpotensi Menyebar Kembali ke Seluruh Dunia 

Mpox adalah virus menular yang disebut cacar monyet. Para ahli sekarang lebih suka menyebutnya Mpox untuk menghindari asosiasi dengan hewan monyet atau gagasan bahwa cacar monyet tidak memengaruhi manusia.

Mpox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada monyet yang digunakan untuk penelitian di laboratorium Denmark. Kasus pertama pada manusia dilaporkan terjadi pertama kali pada seorang anak laki-laki berusia sembilan bulan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Gejala umum Mpox adalah munculnya ruam yang bertahan selama 2-4 minggu. Ruam Mpox ini sering kali terlihat melepuh atau membengkak, dan dapat memengaruhi wajah, telapak tangan dan telapak kaki, serta selangkangan, alat genital, dan area anus.

Ruam itu dapat meluas dari hanya beberapa lepuhan hingga ribuan, dengan muncul lesi yang ditemukan di mulut, tenggorokan, rektum dan alat genital. Oleh karena itu, risiko tinggi penularan Mpox ini adalah melalui aktivitas seksual.

Gejala lainnya juga mirip dengan infeksi virus pada umumnya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, letih, dan pembengkakan kelenjar.

Pada kasus yang parah, Mpox juga dikaitkan dengan infeksi bakteri sekunder, dan dapat menyebar ke paru-paru, mata, otak, hingga jantung. Angka kematian Mpox berkisar antara 0,1% dan 10% dari kasus per kasus.

Bagaimana cara pengobatan Mpox?

Ada obat antivirus yang disebut tecovirimat SIGA, yang digunakan untuk mengobati cacar monyet, cacar sapi, dan "smallpox” yang kerap disamakan dengan cacar air yang sudah diberantas.

Badan pengesahan obat Eropa mengatakan bahwa ketiga infeksi cacar tersebut semuanya disebabkan oleh virus yang berasal dari keluarga yang sama, yang dikenal sebagai orthopoxvirus.

Tecovirimat akan mengganggu protein (VP37), yang biasanya ditemukan di permukaan virus, sehingga memperlambat kemampuan suatu virus untuk menyebar.

Ada tiga vaksin Mpox yang saat ini dikembangkan melalui penelitian cacar. Meski begitu, WHO tidak menyarankan vaksinasi massal untuk Mpox.

Disebutkan bahwa "hanya orang yang berisiko yang harus dipertimbangkan untuk divaksinasi" dan orang yang berisiko adalah mereka yang termasuk melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, tetapi tidak terbatas pada, pasangan seksual dan petugas kesehatan saja.

(kp/gtp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved