Jumat, 29 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Genderang Perang di Laut Merah Segera Ditabuh, Inggris dan AS Kompak Bersiap Serang Houthi

Inggris dan AS dilaporkan sedang mempersiapkan serangan terhadap Houthi.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Tiara Shelavie
AFP
Foto yang dirilis tanggal 22 November 2023 memperlihatkan kapal kargo Galaxy Leader (kanan) disita oleh kelompk Houthi. Kapal itu dibawa ke sebuah pelabuhan di Laut Merah. 

Kapal-kapal terpaksa menempuh jalur lain, yakni dengan mengelilingi Afrika. Namun, jalur alternatif itu membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama dan mahal.

Eropa kini menghadapi dampak ekonomi karena terganggunya pengiriman barang lewat Laut Merah.

Terganggunya pengiriman itu disebut mengancam rantai pasokan industri di Eropa.

Houthi tak akan berhenti menyerang

Houthi mengatakan tak akan berhenti menyerang kapal yang terafiliasi dengan Israel hingga negara Zionis itu mengakhiri perang di Gaza.

Bahkan, Houthi tidak takut meski Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembentukan satuan tugas angkatan laut untuk melawan Houthi.

"Bahkan jika Amerika berhasil memobilisasi seluruh dunia, operasai militer kami tidak akan berhenti, tak peduli sebesar apa pengorbanan kami," kata Mohammed al-Bukhaiti, pejabat senior Houthi, di media sosial X hari Selasa lalu.

Dia menyebut Houthi baru berhenti menyerang jika perang di Gaza usai, kemudian persediaan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar diizinkan masuk ke Gaza.

Baca juga: 10 Anggota Houthi Tewas Setelah Kapal Mereka Ditembaki Helikopter AS di Laut Merah

Pelabuhan Israel merugi

Aktivitas di Pelabuhan Eilat di Israel anjlok hingga 85 persen setelah Houthi menyita beberapa kapal dan menyerang kapal lain dengan pesawat nirawak.

Sementara itu, pendapatan Eilat turun drastis hingga 80 persen.

Dikutip dari Calcalis Tech, Direktur Jenderal Eilat, Gideon Golber, mengatakan pihaknya akan meminta kompensasi dari pemerintah atas hilangnya sejumlah pendapatan.

Perusahaan ekspedisi dari Israel dan negara lainnya kemudian memilih mengambil rute yang lebih panjang dalam perjalanan ke Israel.

Rute panjang itu membuat waktu perjalanan molor hingga 12 hari dan biayanya membengkak.

Baca juga: Lima Brigade Tempur Israel Ditarik dari Gaza, Hamas Sudah Kalah? Warga Hidup dari Makanan Busuk

(Tribunnews/Febri)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved