Konflik Palestina Vs Israel
Kolonel Polisi Gaza Tewas dan 17 Warga Terluka karena Serangan Israel di Khan Yunis
Serangan Israel di Khan Younis menewaskan kolonel polisi Gaza dan melukai 17 orang di tengah eskalasi perang.
Ringkasan Berita:
- Serangan udara Israel menewaskan seorang kolonel kepolisian Gaza bernama Naseem al-Kalazani di Khan Younis, Gaza selatan.
- Sedikitnya 17 orang lainnya terluka ketika kendaraan yang ditumpanginya dihantam rudal di dekat al-Mawasi.
- Sumber Hamas mengatakan Israel dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan serangan terhadap aparat kepolisian Gaza yang dianggap membantu memperkuat kendali Hamas di wilayah tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza setelah seorang pejabat senior kepolisian Gaza tewas dalam serangan yang menargetkan kendaraannya di Khan Yunis, selatan wilayah tersebut.
Reuters melaporkan korban tewas diidentifikasi sebagai Kolonel Naseem al-Kalazani, seorang perwira senior di Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dipimpin Hamas.
Serangan terjadi di dekat kawasan al-Mawasi, wilayah barat Khan Yunis, dan menyebabkan sedikitnya 17 orang lainnya terluka.
Al Jazeera melaporkan al-Kalazani diketahui memimpin unit anti-narkotika di Khan Yunis dan dianggap sebagai salah satu pejabat keamanan penting di Gaza.
Hingga kini militer Israel belum memberikan komentar resmi tentang operasi tersebut.
Israel Intensif Menargetkan Aparat Hamas
The Jerusalem Post melaporkan Israel dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan terhadap aparat kepolisian dan struktur keamanan yang berada di bawah kendali Hamas.
Israel menilai kepolisian Gaza merupakan bagian dari sistem pemerintahan Hamas yang membantu kelompok tersebut mempertahankan kontrol atas wilayah Gaza.
Baca juga: Israel Serang Kapal Kemanusiaan dan Tangkap 175 Aktivis, RI Bersama 12 Negara Tuntut Akuntabilitas
Sementara itu, Hamas menyebut aparat kepolisian Gaza menjalankan fungsi sipil seperti menjaga distribusi bantuan, pengamanan warga, dan penanganan kriminalitas di tengah perang.
Middle East Eye melaporkan serangan terhadap pejabat keamanan Hamas semakin sering terjadi di wilayah selatan Gaza, terutama Khan Yunis dan Rafah.
Pengamat menilai pola ini menunjukkan strategi Israel kini tidak hanya menargetkan sayap militer Hamas, tetapi juga struktur pemerintahan dan kontrol sosial kelompok tersebut.
Gencatan Senjata Semakin Rapuh
Serangan yang menewaskan al-Kalazani terjadi di tengah gencatan senjata terbatas yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober 2025.
Namun, kekerasan di lapangan terus berlangsung hampir setiap hari.
Al Jazeera melaporkan sedikitnya 830 warga Palestina tewas selama periode gencatan senjata berlangsung.
Di sisi lain, Israel mengklaim empat tentaranya tewas akibat serangan Hamas dalam periode yang sama.
Reuters melaporkan kabinet keamanan Israel baru-baru ini kembali membahas kemungkinan perluasan operasi militer di Gaza setelah Hamas menolak tuntutan perlucutan senjata penuh.