Konflik Palestina Vs Israel
Genderang Perang di Laut Merah Segera Ditabuh, Inggris dan AS Kompak Bersiap Serang Houthi
Inggris dan AS dilaporkan sedang mempersiapkan serangan terhadap Houthi.
TRIBUNNEWS.COM - Inggris dilaporkan sedang bersiap melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi.
Houthi akan diserang karena kelompok asal Yaman itu mengganggu kapal-kapal Israel dan Barat yang melintas di Laut Merah.
Inggris disebut akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa lainnya guna melancarkan serangan rudal di Laut Merah ataupun Yaman yang menjadi markas kelompok itu.
Dilansir dari The Times, sumber dari parlemen Inggris menyebut serangan itu bisa melibatkan pesawat tempur Angkatan Udara Inggris (RAF) atau HMS Diamond, sebuah kapal perusak.
Inggris dan AS diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama.
Pernyataan itu berisi peringatan terakhir kepada kepada Houthi untuk menghentikan serangannya terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Jika Houthi terus melakukannya, kelompok itu akan menghadapi serangan militer dari Barat.
Houthi yang kini menguasai Yaman telah menyerang puluhan kapal di Laut Merah sejak perang Israel-Hamas meletus tanggal 7 Oktober lalu.
Baca juga: Lawan Houthi, Inggris Siap Lancarkan Serangan Rudal hingga Libatkan Pesawat Tempur
Terbaru pada hari Sabtu, (30/12/2023, Houthi menyerang kapal Maersk Hangzhou yang dioperasikan oleh Denmark.
Kemudian, helikopter Angkatan Laut AS menenggelamkan tiga perahu Houthi yang ingin menaiki kapal itu pada hari Minggu.
Barat menderita karena serangan Houthi
Serangan militan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah yang terafiliasi dengan Israel membuat Barat menderita.
Sebelumnya, pemimpin Houthi mengaku menargetkan kapal-kapal Israel sebagai pembalasan atas kekejaman Israel di Gaza.
Dikutip dari Russian Today, Houthi tampaknya tidak hanya menargetkan kapal Israel, tetapi juga kapal negara-negara Barat.
Perusahaan-perusahan ekspedisi pengiriman kemudian menangguhkan operasinya di Laut Merah karena serangan Houthi itu.
Baca juga: Perang Terbuka Laut Merah Dimulai, AS Tenggelamkan Kapal Yaman, Houthi Siap Balas Kematian Pasukan
Kapal-kapal terpaksa menempuh jalur lain, yakni dengan mengelilingi Afrika. Namun, jalur alternatif itu membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama dan mahal.
Eropa kini menghadapi dampak ekonomi karena terganggunya pengiriman barang lewat Laut Merah.
Terganggunya pengiriman itu disebut mengancam rantai pasokan industri di Eropa.
Houthi tak akan berhenti menyerang
Houthi mengatakan tak akan berhenti menyerang kapal yang terafiliasi dengan Israel hingga negara Zionis itu mengakhiri perang di Gaza.
Bahkan, Houthi tidak takut meski Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembentukan satuan tugas angkatan laut untuk melawan Houthi.
"Bahkan jika Amerika berhasil memobilisasi seluruh dunia, operasai militer kami tidak akan berhenti, tak peduli sebesar apa pengorbanan kami," kata Mohammed al-Bukhaiti, pejabat senior Houthi, di media sosial X hari Selasa lalu.
Dia menyebut Houthi baru berhenti menyerang jika perang di Gaza usai, kemudian persediaan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar diizinkan masuk ke Gaza.
Baca juga: 10 Anggota Houthi Tewas Setelah Kapal Mereka Ditembaki Helikopter AS di Laut Merah
Pelabuhan Israel merugi
Aktivitas di Pelabuhan Eilat di Israel anjlok hingga 85 persen setelah Houthi menyita beberapa kapal dan menyerang kapal lain dengan pesawat nirawak.
Sementara itu, pendapatan Eilat turun drastis hingga 80 persen.
Dikutip dari Calcalis Tech, Direktur Jenderal Eilat, Gideon Golber, mengatakan pihaknya akan meminta kompensasi dari pemerintah atas hilangnya sejumlah pendapatan.
Perusahaan ekspedisi dari Israel dan negara lainnya kemudian memilih mengambil rute yang lebih panjang dalam perjalanan ke Israel.
Rute panjang itu membuat waktu perjalanan molor hingga 12 hari dan biayanya membengkak.
Baca juga: Lima Brigade Tempur Israel Ditarik dari Gaza, Hamas Sudah Kalah? Warga Hidup dari Makanan Busuk
(Tribunnews/Febri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/galaxy-leader-kanan-disita-oleh-kelompk-houthi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.