Minggu, 12 April 2026
Deutsche Welle

FNF: Asia Sedang Bangkit dan Kami Ingin Jadi Bagiannya

Friedrich Naumann Stiftung for Freedom (FNF) Indonesia, LSM Jerman yang berfokus pada HAM, telah berkantor di Jakarta sejak tahun…

Deutsche Welle
FNF: Asia Sedang Bangkit dan Kami Ingin Jadi Bagiannya 

Tahun 2024 menjadi masa penting dan krusial untuk Indonesia. Pemilu yang akan segera dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang menjadi sebuah titik pembuktian demokrasi Indonesia.

Tahun ini juga menjadi penentu arah kebijakan baru pemerintah yang ditandai dengan detik-detik pergantian pemimpin negara.

Sama seperti Pemilu di negara-negara lainnya, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia menarik perhatian dunia.

Sebagai media Jerman, DW ikut menyoroti berbagai perkembangan politik, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM), khususnya di tahun politik ini.

Untuk mengetahui lebih dalam dan komprehensif tentang hal tersebut, DW mewawancarai Friedrich Naumann Stiftung for Freedom (FNF) Indonesia, LSM Jerman di Indonesia yang berfokus pada HAM.

Berawal dari kebangkitan Asia

FNF telah 55 tahun berdiri di Indonesia dan beberapa kali turut mengalami suasana pemilu.

"Jakarta adalah kantor kedua kami, dari seluruh kantor yang kami buka di seluruh dunia. Sekitar tahun 1969," kata Moritz Kleine-Brockhoff, FNF Head of Regional Office Southeast and East Asia dalam wawancara dengan DW Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dia menyebut bahwa Indonesia sudah masuk dalam ‘radar' yayasan yang berkaitan dengan Partai Demokrat Bebas Jerman (FDP) ini, sejak organisasi tersebut berdiri pada 1958 di Potsdam, Jerman.

"Kami juga membuka kantor di Malaysia, Thailand, dan Filipina pada awal tahun 1970-an, jadi sangat, sangat awal di Indonesia."

Kenapa Indonesia? Tentu saja pemilihan Indonesia jadi kantor kedua organisasi ini bukanlah tanpa alasan. Sebaliknya, Indonesia justru dipandang punya potensi pertumbuhan yang besar.

Kleine-Brockhoff menyebut bahwa saat itu FNF sudah melihat bahwa pertumbuhan Asia sangatlah signifikan. Indonesia menjadi salah satu negara terpenting di Asia dan ASEAN.

"Asia saat itu sedang bangkit dan kami ingin menjadi bagian darinya. Jadi kami berpikir bahwa sangat logis untuk membuka kantor di Jakarta juga."

Sampai saat ini, FNF sudah memiliki kantor lain setidaknya di 60 negara di seluruh dunia.

Tantangan kebebasan di masa Orde Baru

Di Indonesia, FNF menjalankan berbagai program yang menjadi fokus mereka, misalnya demokrasi, hak asasi manusia, pluralisme, ekonomi, dan lainnya.

Ia menyebut bahwa dari semua program di Indonesia saat ini FNF lebih difokuskan pada penegakan HAM.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved