Rabu, 15 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Perwira IDF yang Dirawat Milisi Gaza Malah Tewas Kena Bom Jet Israel 

Brigade Al-Nasser Salah al-Din telah mengumumkan bahwa pesawat tempur Israel sengaja menargetkan seorang perwira Israel, yang mengakibatkan kematian

tangkap layar
Sandera Israel yang ditahan milisi perlawanan Palestina di Gaza mendapatkan perawatan. Namun, klaim milisi pembebasan Gaza mengabarkan kalau sandera ini tewas kena bom jet Israel. 

Perwira IDF yang Dirawat Milisi Gaza, Tewas Kena Bom Jet Israel 

TRIBUNNEWS.COM - Brigade Al-Nasser Salah al-Din, sayap militer gerakan Komite Perlawanan Populer di Palestina, mengumumkan kalau serangan tentara Israel (IDF) menewaskan Ohad Yahalomi, seorang perwira IDF yang ditawan pada 7 Oktober.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade al-Nasser Salah al-Din merinci, perwira IDF Ohad Yahalomi yang ditawan menjadi sasaran tentara Israel bersama dengan unit yang bertanggung jawab atas dia.

Baca juga: Baru Kembali dari Perang di Gaza, Tentara Israel Tembak Teman Sendiri di Tel Aviv

"Serangan mengakibatkan luka sedang, yang kemudian dirawat," tulis pernyataan kelompok tersebut.

Namun, pesawat-pesawat tempur Israel sengaja menargetkan Yahalomi lagi beberapa hari yang lalu dengan tujuan untuk membunuhnya.

"Dan meskipun ada upaya mereka untuk menyelamatkan nyawanya, dia tetap terbunuh, tambah pernyataan kelompok Perlawanan tersebut.

Keluarga Tentara Tuduh IDF Bunuh Anggotanya

Tuduhan yang dilontarkan terhadap pasukan Israel yang membunuh tentara mereka sendiri bukanlah hal baru.

Pada Jumat (19/1/2024), militer Israel mengungkapkan kalau penyebab kematian dua tentara IDF, Sersan Ron Sherman dan Kopral Nick Beiser,  tidak dapat ditentukan.

Pernyataan pihak IDF itu dilontarkan ke pihak kerabat korban saat melakukan kunjungan ke keluarga tentara tersebut.

Jenazah Sersan Ron Sherman dan Kopral Nick Beiser diambil dari Gaza pada 14 Desember 2023.

Tentara IDF tersebut ditawan oleh milisi Perlawanan Palestina dan tetap berada di Gaza setelah pendudukan menolak untuk menegosiasikan kesepakatan pembebasan tahanan.

Diduga, jenazah tersebut diambil dari Jabalia, dekat lokasi yang dibombardir oleh IDF, serangan yang mengakibatkan tewasnya Ahmad al-Ghandour, komandan brigade utara al-Qassam.

Di tengah ketidakjelasan, ibu Sherman, Maya, menuduh IDF membunuh putranya.

“Hasil penyelidikan: Ron memang dibunuh. Bukan oleh Hamas. Berpikirlah lebih ke arah Auschwitz dan hujan lebat, namun tanpa Nazi dan Hamas sebagai penyebabnya. Tidak ada penembakan yang tidak disengaja, tidak ada laporan, pembunuhan berencana, pengeboman dengan gas beracun,” tulisnya di media sosial.

IDF dituduh menyerang terowongan tempat Sherman berada dengan gas, menyebabkannya mati lemas dan keracunan, dan akhirnya kematiannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved