Senin, 4 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Tuntut 5 Negara dan PBB Jamin Kesepakatan Gencatan Senjata, Ada Qatar hingga Rusia

Hamas menuntut Qatar, Mesir, AS, Turki, Rusia, dan PBB menjamin implementasi proposal mereka.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
AFP
Gambar yang diambil dari Rafah menunjukkan asap mengepul di atas Khan Yunis di Jalur Gaza selatan selama pemboman Israel pada 22 Januari 2024. Hamas menuntut Qatar, Mesir, AS, Turki, Rusia, dan PBB menjamin implementasi proposal mereka. 

Usulan tersebut akan membuat para militan menukar sisa sandera Israel yang mereka tangkap pada 7 Oktober dengan tahanan Palestina.

Rekonstruksi Gaza akan dimulai, pasukan Israel akan ditarik sepenuhnya, dan jenazah serta jenazah akan ditukarkan.

Menurut usulan tandingan Hamas, semua sandera perempuan Israel, laki-laki di bawah 19 tahun, orang tua dan orang sakit akan dibebaskan selama fase 45 hari pertama sebagai imbalan atas pembebasan perempuan dan anak-anak Palestina dari penjara Israel.

Sandera laki-laki yang tersisa akan dibebaskan pada tahap kedua, dan tetap ditukar pada tahap ketiga.

Pada akhir fase ketiga, Hamas berharap kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Kelompok yang menguasai Gaza tersebut mengatakan, dalam sebuah adendum proposal bahwa mereka menginginkan pembebasan 1.500 tahanan, sepertiga dari mereka ingin dipilih dari daftar warga Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Israel.

Gambar yang diambil dari lokasi di Israel selatan di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza pada 19 Januari 2024, menunjukkan sebuah tank Israel berguling di sepanjang pagar ketika bangunan-bangunan rusak terlihat di Jalur Gaza di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas.
Gambar yang diambil dari lokasi di Israel selatan di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza pada 19 Januari 2024, menunjukkan sebuah tank Israel berguling di sepanjang pagar ketika bangunan-bangunan rusak terlihat di Jalur Gaza di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas. (JACK GUEZ / AFP)

Baca juga: Israel Mulai Bahas RUU Tentang Hukuman bagi Orang yang Sangkal Narasi Pembantaian Hamas 7 Oktober

Gencatan senjata tersebut juga akan meningkatkan aliran makanan dan bantuan lainnya kepada warga sipil Gaza yang putus asa dan menghadapi kelaparan dan kekurangan pasokan bahan pokok.

Sementara, Hamas mengatakan usulan tandingannya terhadap rencana gencatan senjata di Gaza menetapkan tenggat waktu, masuk akal dan realistis, dan sekarang saatnya melakukan negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan apa pun.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan domestik yang kuat untuk menjamin pembebasan sandera yang tersisa.

Kini, setidaknya 27.708 orang tewas dan 67.147 luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas 7 Oktober mencapai 1.139 orang.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina Vs Israel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved