Jumat, 29 Mei 2026

'Rahasia' Menara 22 Amerika di Yordania: Pangkalan Drone Mata-mata, tapi Pertahanan Tak Memadai

Pangkalan terpencil Amerika di Yordania, Menara 22, ternyata bukan sekadar pangkalan dukungan logistik.

Tayang:
Planets Lab / AFP
Gambar satelit selebaran yang dirilis pada 29 Januari 2024 oleh Planet Labs PBC dan diambil pada 12 Oktober 2023 menunjukkan pemandangan pangkalan, yang dikenal sebagai Menara 22, yang dioperasikan oleh pasukan AS sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIS (ISIS) kelompok jihad, dekat perbatasan Yordania dengan Irak dan Suriah di Distrik Rwaished timur laut. Serangan drone pada 28 Januari 2024 di pangkalan perbatasan di timur laut Yordania, menewaskan tiga tentara AS. 

TRIBUNNEWS.com - Pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Menara 22, sebelumnya dikatakan Pentagon sebagai "pangkalan dukungan logistik".

Namun, laporan The Intercept yang dikutip Al Mayadeen mengatakan Menara 22 sebenarnya adalah pangkalan drone "mata-mata" jarak jauh untuk negara atau pihak di negara tetangga Suriah dan Irak, yang dianggap AS sebagai pemberontak

Laporan itu didapat The Intercept dari dua sumber militer AS.

Selain untuk "memata-matai", drone tersebut juga dipakai untuk melakukan serangan udara.

Menara 22 juga disebut merupakan fasilitas untuk pasukan operasi khusus dan pangkalan helikopter medevac.

Berbicara kepada The Intercept, seorang penerbang Angkatan Udara (AU) AS yang unitnya baru-baru ini ditempatkan di pangkalan itu, mengatakan:

"Menyebut Menara 22 sebagai pangkalan pendukung logistik adalah omong kosong. Karena logistik hanyalah bagian kecil - atau penyamaran - untuk sekadar mengirimkan barang, makanan, dan bahan bakar ke pangkalan al-Tanf terdekat."

Menurut penerbang itu, yang tak disebutkan namanya, Menara 22 dikenal karena memberikan informasi penargetan ke aset UU Lainnya di Yordania, seperti Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

Penargetan itu dalam rangka untuk melakukan serangan udara terhadap pangkalan udara tersebut.

Mengutip pejabat yang tak disebutkan namanya, serangan pesawat tak berawak Yordania yang berhasil menewaskan tiga tentara AS, dikatakan berhasil memasuki Menara 22 setelah keliru diidentifikasi sebagai pesawat tak berawak milik militer AS yang kembali ke pangkalan.

Baca juga: Israel-AS Berunding, Tolak Syarat Dasar Hamas soal Proposal Gencatan Senjata

The Intercept kemudian menemukan bahwa pangkalan Menara 22 tidak memiliki pertahanan udara yang memadai.

Sebuah laporan Politico yang dirilis dua minggu lalu, merinci bagaimana drone itu berhasil menghindari deteksi Menara 22 dengan mengikuti di belakang drone AS.

Terpisah, wawancara yang dilakukan dengan sumber-sumber pertahanan dan para ahli, memberikan gambaran jelas tentang tujuan sebenarnya Menara 22.

Yaitu, menurut mereka, adalah untuk mendukung permusuhan dengan apa yang disebut AS sebagai "kelompok yang didukung Iran".

Namun, Departemen Pertahanan AS masih bersikukuh bahwa tujuan itu adalah bagian dari perangnya melawan ISIS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved