Senin, 25 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Jalur Minyak Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi, Akankah Iran dan AS Benar-benar Menuju Damai?

AS dan Iran dikabarkan sepakat buka kembali Selat Hormuz. Dunia berharap konflik mereda, tapi kesepakatan damai final masih alot dicapai.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Washington dan Teheran dilaporkan sepakat membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan konflik. 
  • Pembukaan jalur pelayaran strategis dinilai penting untuk menjaga distribusi minyak global setelah ketegangan Iran-AS sempat memicu kekhawatiran kenaikan harga minyak dan gangguan perdagangan internasional.
  • Meski negosiasi menunjukkan kemajuan, Iran menegaskan perjanjian resmi belum akan tercapai dalam waktu dekat karena masih ada perbedaan yang harus diselesaikan kedua negara.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah berbulan-bulan menjadi pusat ketegangan konflik Timur Tengah.

Laporan tersebut pertama kali diungkap media Amerika Serikat, The New York Times, yang menyebut Washington dan Teheran telah menyusun rancangan kesepakatan sebagai bagian dari upaya meredakan perang dan memulihkan stabilitas jalur perdagangan global.

Dalam kesepakatan itu, Iran disebut bersedia mengambil langkah besar terkait program nuklirnya dengan membuang persediaan uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat dikabarkan akan membuka kembali akses pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Iran dan menghentikan blokade terhadap kapal yang keluar masuk wilayah tersebut.

Meski telah mencapai kesepahaman awal, kesepakatan tersebut hingga kini disebut belum resmi ditandatangani.

Menurut pejabat Amerika Serikat yang mengetahui isi negosiasi, perjanjian masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Proses finalisasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari karena kedua pihak masih membahas mekanisme teknis mengenai pembuangan uranium yang diperkaya Iran.

Pejabat AS juga menjelaskan bahwa kesepakatan tahap awal ini belum mencakup isu persediaan rudal balistik Iran maupun penghentian total program pengayaan uranium.

Menurutnya, persoalan tersebut akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya setelah kerangka utama kesepakatan disepakati.

Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Energi Dunia

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin paling penting dalam pembahasan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

Jalur laut tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia karena menjadi penghubung utama pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Baca juga: AS Siapkan Opsi Lain jika Negosiasi Damai dengan Iran Gagal, Trump: Jangan Buru-Buru

Sejak konflik antara Iran dan Amerika Serikat memanas beberapa bulan terakhir, situasi di Selat Hormuz ikut berada dalam ketegangan tinggi.

Pemerintah Iran memperketat pengawasan di wilayah perairan tersebut dan membatasi lalu lintas sejumlah kapal asing yang melintas.

Kondisi itu sempat memicu kekhawatiran global karena gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap pasokan minyak internasional.

Para pengamat menilai jika jalur pelayaran itu terganggu dalam waktu lama, harga minyak dunia berpotensi melonjak dan mempengaruhi stabilitas ekonomi global.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved