Kamis, 28 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Gertak NATO, Rusia Pamerkan Rudal Yars yang 12 Kali Lebih Berbahaya dari Bom Atom

Rudal Yars didesain cukup unik karena memakai silo atau bangunan bawah tanah sebagai tempat peluncur peluru kendali.

Tayang:
HO
Uji coba peluncuran rudal Yars dengan beberapa hulu ledak dari lapangan antariksa Plesetsk Cosmodrome ke Kura Missile Test Range di wilayah Kamchatka, Rusia Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Rusia dilaporkan berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal Yars dengan beberapa hulu ledak dari lapangan antariksa Plesetsk Cosmodrome ke Kura Missile Test Range di wilayah Kamchatka, Rusia Timur.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Kementerian Pertahanan Rusia, di saat negara dengan julukan beruang putih itu tengah bersitegang dengan 30 negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berencana mengirimkan pasukannya untuk membantu perang Ukraina.

“Tujuan peluncuran ini untuk menggertak musuh dan mengkonfirmasi karakteristik taktis, teknis dan penerbangan dari sistem rudal modern ini. Kami pastikan semua pekerjaan telah diselesaikan secara penuh,” kata kementerian Rusia, dikutip darai Alarabiya.

Spesifikasi Rudal Yars

Dikembangkan oleh Moscow Institute of Thermal Technology, rudal Yars merupakan modifikasi dari sistem rudal Topol-M. Rudal Yars didesain cukup unik karena memakai silo atau bangunan bawah tanah sebagai tempat peluncur peluru kendali.

Baca juga: Spesifikasi Rudal Taurus, Senjata Maut Jerman yang Kabarnya Dipakai Untuk Bombardir Jembatan Krimea

Dengan ukurannya yang jumbo panjang 20,9 meter dan lebar 2 meter, rudal Yars bisa mengangkut hulu ledak nuklir seberat 150-250 kilo ton. Bahkan dengan sekali tembakan, rudal ini mampu menjangkau jarak hingga 10.500 km. Dengan jangkauan tersebut rudal Yars diklaim mampu menyerang negara musuh mana saja yang ada di Eropa.

Rudal 24 Yars yang memakai mesin YaMZ-847 diesel juga mampu bergerak dengan kecepatan maksimum 42 km per jam. Lewat kecanggihan tersebut, satu peluru yang ditembakan rudal Yars diperkirakan bisa menghancurkan musuh, ini karena rudal Yars memiliki kekuatan yang dahsyat hingga 12 kali lebih unggul ketimbang kekuatan serangan bom atom, seperti yang dilansir dari Eurasian Times.

Bukan Pertama Kali

Sebelum resmi digunakan, Yars tercatat telah beberapa kali menjalani uji coba. Adapun uji coba Yars pertama kali dilakukan presiden Putin pada Mei 2007 silam, uji coba kedua dilaksanakan pada Desember 2007 dan November 2008.

Kemudian di tahun 2010, Rudal balistik RS-24 secara resmi mulai beroperasi dan pada Juni 2017 lebih dari 50 peluncur ini telah beroperasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved