Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Menteri Kabinet Perang Israel Terbang ke Amerika tanpa Izin, Netanyahu Marah

Benny Gantz terbang sendiri ke AS tanpa izin PM Israel Benjamin Netanyahu.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
© Abir Sultan/Pool/AP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan di Kabinet Perang (Kabinet Darurat), Benny Gantz menghadiri konferensi press di Tel Aviv, belum lama ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri kabinet perang Israel Benny Gantz akan melakukan perjalanan ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada hari Minggu (3/3/2024) untuk beberapa pertemuan dengan para pejabat Amerika.

Namun, ia tidak mengoordinasikan kunjungan tersebut dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kantor perdana menteri marah dengan kabar perjalanan Benny Gantz tersebut, menurut Ynet, yang pertama kali melaporkan cerita tersebut.

Ynet mengatakan bahwa Gantz akan melakukan perjalanan tanpa meminta persetujuan Netanyahu.

Kantor perdana menteri dilaporkan mengatakan bahwa peraturan pemerintah mengharuskan setiap menteri untuk meminta persetujuan terlebih dahulu dengan perdana menteri, termasuk persetujuan rencana perjalanan.

"Perdana menteri menjelaskan kepada Menteri Gantz bahwa Israel hanya memiliki satu perdana menteri," tambah pernyataan itu.

Gantz diperkirakan akan melakukan perjalanan terlebih dahulu ke Washington sebelum melanjutkan ke London.

Foto Benny Gantz (kiri) yang diambil pada tanggal 24 Oktober 2022 di kota pesisir Mediterania Tel Aviv, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) foto file yang diambil pada 12 Oktober 2023.
Foto Benny Gantz (kiri) yang diambil pada tanggal 24 Oktober 2022 di kota pesisir Mediterania Tel Aviv, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) foto file yang diambil pada 12 Oktober 2023. (GIL COHEN-MAGEN, JACQUELYN MARTIN / AFP / POOL)

Kunjungan Benny Gantz ke AS terjadi dilatarbelakangi oleh laporan yang mengklaim bahwa pemerintahan Biden kehilangan kesabaran terhadap Netanyahu atas pengelolaan perang di Gaza dan penolakannya untuk merencanakan pemerintahan pascaperang di wilayah tersebut.

Pemerintahan Israel dan kabinet perang terpecah mengenai bagaimana melanjutkan pembebasan sandera dan negosiasi gencatan senjata yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Qatar dan Mesir.

Sekitar 1.000 orang, termasuk keluarga sandera yang ditahan di Gaza, melakukan demonstrasi pada hari Jumat (1/3/2024) di Yerusalem.

Mereka menyerukan pemerintah untuk mencapai kesepakatan untuk pembebasan mereka.

Baca juga: Benny Gantz Tuntut Tawanan Perang Dibebaskan Awal Ramadan, Ancam Invasi Rafah bila Tak Dituruti

Berbicara kepada para pengunjuk rasa di Kota Beit Shemesh, Gantz mengatakan:

"Misi memulangkan para sandera adalah misi kita semua; ini adalah prioritas utama kami di samping tujuan-tujuan penting lainnya."

"Kami akan membawa mereka pulang, semuanya, dari mereka sebanyak yang kita bisa, dan secepatnya."

Bertemu Wakil Presiden Kamala Harris

Benny Gantz akan bertemu dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris di Gedung Putih pada hari Senin (4/3/2024), ujar pejabat Gedung Putih seperti dilansir NPR.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved