Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Kolonel IDF Salah Pencet Tombol, Helikopter Apache Israel Tembaki Tentara Sendiri di Gaza

Pilot Israel yang salah memencet tombol di hekikopter Apache IDF itu adalah seorang perwira tinggi dengan jam terbang yang juga mumpuni.

photo credit: OFER ZIDON/FLASH90
Helikopter Apache AH-64 tentara IDF terlihat pada 6 Juli 2021. 

Salah satu contohnya adalah insiden yang terjadi baru-baru ini di Gaza. Saat pasukan Helikopter Apache dari Angkatan Udara Israel menyerang sebuah rumah di Gaza.

Ternyata rumah yang awalnya dimiliki oleh warga Gaza tersebut sudah dikuasai oleh tentara Israel, sehingga saat ditembaki oleh pesawat Apache itu ada beberapa tentara Israel di rumah tersebut.

Baca juga: Helikopter Apache Israel Tembaki Rumah di Gaza Ternyata Isinya Tentara Israel, IDF Salah Tembak Lagi

Saat sedang berada di sebuah rumah di Gaza yang telah dikuasai, tentara Israel tewas ditembak rekan sendiri yang menggunakan Helikopter Apache.

Tentara IDF tewas oleh helikopter serang milik Israel sendiri dalam insiden tembak-menembak di Gaza. Kejadian dilaporkan oleh media Israel, ynetnews.

Dalam kecelakaan tersebut, helikopter Apache Israel secara keliru menyerang gedung yang menampung tentara IDF di Gaza, karena tembakan darat yang salah arah; IDF mengkonfirmasi insiden salah tembak yang sedang diselidiki.

Dalam kecelakaan yang jarang terjadi, sebuah helikopter Angkatan Udara Israel secara tidak sengaja menyerang sebuah rumah di Jalur Gaza yang ditempati oleh tentara, ynetnews menyebutkan salah serang itu mengakibatkan kematian satu orang.

Baca juga: Tentara Israel Bantai Warganya Sendiri dengan Helikopter Apache karena Terapkan Protokol Hannibal?

Karena untuk menghormati keinginan keluarga prajurit yang meninggal, identitas tentara yang jadi korban salah tembak tentara Israel itu dirahasiakan.

Insiden tersebut terjadi ketika pasukan darat meminta dukungan udara dari pilot helikopter Apache terhadap pejuang Hamas yang teridentifikasi di dekatnya.

Pilot, menanggapi seruan tersebut, secara keliru menargetkan gedung yang menampung tentara, kemungkinan besar karena tembakan darat yang salah arah.

Angkatan Udara segera memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

Meskipun telah sering terjadi insiden tembak-menembak serupa sejak perang dimulai.

Tentara melaporkan bahwa selama perang, terdapat tingkat kerja sama dan dukungan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pasukan darat.

Lebih dari 10.000 serangan pesawat udara sebagai bentuk dukungan jarak dekat telah dilakukan sejak dimulainya operasi darat, mengikuti permintaan dari komandan batalion dan brigade.

Selama gencatan senjata, militer melakukan beberapa penyelidikan awal terhadap insiden-insiden tersebut, kemudian mengadakan pembekalan dan berbagi pembelajaran dengan banyak komandan yang terlibat dalam operasi tersebut.

Hingga saat ini, baku tembak dan salah tembak dalam operasional selama operasi darat telah mengakibatkan puluhan tentara terluka atau meninggal.

Halaman
1234
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan