Konflik Palestina Vs Israel
Dihadang Kapal Perang Israel, Aktivis Global Sumud Flotilla Gaza Ditahan di 'Penjara Terapung'
Global Sumud Flotilla, puluhan kapal bantuan Gaza dicegat Israel di laut internasional. Aktivis menyebut operasi itu sebagai pembajakan.
Ringkasan Berita:
- Armada bantuan Global Sumud menuduh Israel melakukan “pembajakan ilegal” setelah puluhan kapal kemanusiaan menuju Gaza dicegat di Laut Mediterania.
- Pasukan Israel menaiki kapal aktivis di perairan internasional dan menahan sejumlah peserta dari berbagai negara.
- Insiden ini memicu kecaman global karena dianggap menghalangi bantuan sipil untuk warga Gaza yang masih dilanda krisis kemanusiaan.
TRIBUNNEWS.COM - Laut Mediterania kembali memanas setelah armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla mengaku dicegat dan diserbu militer Israel saat menuju Jalur Gaza.
Armada sipil yang membawa ratusan aktivis internasional itu menuduh Israel melakukan “pembajakan ilegal” di perairan internasional demi mempertahankan blokade terhadap Gaza.
Reuters melaporkan operasi pencegatan terjadi pada Senin (18/5/2026) sekitar 250 mil laut dari Gaza, ketika kapal-kapal Global Sumud masih berada di wilayah laut internasional dekat Siprus.
Siaran langsung yang ditayangkan penyelenggara memperlihatkan kapal perang Israel mendekati armada satu per satu sebelum pasukan komando menaiki kapal para aktivis.
Dalam beberapa rekaman video, para peserta terlihat mengangkat tangan tanpa melakukan perlawanan saat tentara Israel memasuki kapal.
“Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan Israel sedang menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” demikian pernyataan resmi Global Sumud Flotilla.
Armada tersebut menegaskan misi mereka bersifat damai dan murni bertujuan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
“Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan,” lanjut pernyataan itu.
Baca juga: Jurnalis Tempo Bagikan Foto Misi Kemanusiaan ke Gaza Sebelum Ditangkap Tentara Israel
Aktivis Dibawa ke ‘Penjara Terapung’
TRT World melaporkan hingga Senin sore sedikitnya 40 kapal telah dicegat oleh militer Israel.
Harian Israel Yedioth Ahronoth menyebut sejumlah aktivis dipindahkan ke kapal angkatan laut Israel yang dijuluki sebagai “penjara terapung”.
Para peserta kemudian dibawa menuju pelabuhan Ashdod untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut panitia penyelenggara, lebih dari 460 aktivis dari 45 negara ikut dalam misi tersebut.
Beberapa di antaranya merupakan relawan kemanusiaan, jurnalis, tenaga medis, hingga tokoh solidaritas Palestina dari berbagai negara.
Bawa Bantuan untuk Warga Gaza
Baca juga: Beredar Video Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan usai Diculik dan Dipindah ke Kapal Zionis Israel
Armada Global Sumud berangkat dari Marmaris, Turki, pada Kamis lalu sebagai bagian dari upaya terbaru menembus blokade laut Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Para aktivis membawa bantuan berupa makanan, susu formula bayi, obat-obatan, dan perlengkapan medis.