Riset: Jerman Lebih Takut Imigran Dibanding Perubahan Iklim
Hasil riset lembaga pemikir di Denmark mengungkap orang Jerman lebih tertarik untuk membatasi persoalan imigrasi, dan kurang memperhatikan…
"Dalam empat tahun terakhir, persepsi ini tetap tertinggi di Amerika Latin, terendah di Asia, dan terus meningkat di Eropa sejak tahun 2020, khususnya di Jerman," ungkap laporan itu.
Rasa tidak puas terhadap kondisi demokrasi terlihat "sangat lazim di Amerika Serikat, Eropa, dan di negara-negara lain yang memiliki tradisi demokrasi yang panjang."
"Panggilan" untuk demokrasi
Sementara itu, negara autokrasi seperti Vietnam dan Cina masuk dalam daftar negara yang dianggap paling demokratis oleh penduduknya.
Ketua Alliance of Democracies Foundation, Anders Fogh Rasmussen mengatakan bahwa temuan itu merupakan "peringatan bagi semua pemerintahan demokratis."
"Mempertahankan demokrasi berarti memajukan kebebasan di seluruh dunia, tetapi juga berarti mendengarkan kekhawatiran para pemilih di dalam negeri," kata Perdana Menteri Denmark Rasmussen.
"Tren menunjukkan bahwa kita berisiko kehilangan "Global South" karena autokrasi. Kita tengah menyaksikan terbentuknya poros autokrasi dari Cina ke Rusia hingga Iran."
Artikel ini ditulis dengan menggunakan materi dari kantor berita DPA.
(mh/rs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle52538913_403.jpg.jpg)