Sabtu, 30 Agustus 2025

Pesawat Wakil Presiden Malawi Hilang

Malawi Umumkan 21 Hari Berkabung Nasional atas Tewasnya Wapres Chilima dalam Kecelakaan Pesawat

Malawi mengumumkan masa berkabung selama 21 hari untuk Wakil Presiden Saulos Chilima, yang tewas dalam kecelakaan pesawat bersama 8 orang lainnya.

Tangkap Layar Twitter/X
Saulos Chilima - Malawi mengumumkan masa berkabung selama 21 hari untuk Wakil Presiden Saulos Chilima, yang tewas dalam kecelakaan pesawat bersama 8 orang lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Malawi mengumumkan masa berkabung selama 21 hari untuk Wakil Presiden Saulos Chilima, yang tewas dalam kecelakaan pesawat bersama 8 orang lainnya.

Hal tersebut diumumkan oleh Presiden Lazarus Chakwera setelah jenazah Chilima tiba di Bandara Internasional Kamuzu di Lilongwe pada Selasa (11/6/2024).

Kemudian jenazah Chilima dibawa dari bandara menggunakan ambulans.

Nantinya, jenazah wakil presiden akan diberikan status pemakaman kenegaraan, dikutip dari Xinhua News.

Menteri Informasi dan Digitalisasi, Moses Kunkuyu menyampaikan pemakaman wakil presiden akan dibentuk panitia khusus yang dipimpin oleh Menteri Kehakiman Tivus Mvalo.

Saat ini, negara Afrika Selatan mengibarkan bendera nasional dan bendera instansi lainnya setengah tiang.

Sebelumnya, Chilima dan 8 orang lainnya, termasuk ibu negara Patricia Shanil Dzimbiri mengalami kecelakaan pesawat.

Rombongan Chilima saat itu sedang dalam perjalanan menuju pemakaman mantan jaksa agung dan menteri kehakiman Ralph Kasambara.

Panglima angkatan bersenjata kemudian memberikan kabar ini kepada Presiden Lazarus Chakwera.

Chakwera membatalkan penerbangannya ke Bahama, yang dijadwalkan pada Senin malam.

Kemudian ia memerintahkan operasi pencarian dan akan melakukan segara cara untuk menemukan pesawat tersebut.

Baca juga: Termasuk Wapres Malawi Saulos Chilima, 10 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

"Saya tahu ini adalah situasi yang memilukan, tapi saya ingin meyakinkan Anda bahwa saya tidak menyia-nyiakan sumber daya yang tersedia untuk menemukan pesawat itu dan saya berpegang teguh pada harapan bahwa kita akan menemukan korban selamat," kata Presiden Lazarus Chakwera, dikutip dari Barron's.

Presiden Chakwera mengatakan pengawas lalu lintas udara telah memberi tahu pesawat saat dalam perjalanan pulang untuk tidak mendarat di Mzuzu karena cuaca buruk.

"Setibanya di Mzuzu, pilot tidak dapat mendaratkan pesawat karena jarak pandang yang buruk akibat cuaca buruk," jelas Chakwera.

Namun pesawat baling-baling ganda yang ditumpangi Chilima dan 8 rombongan lainnya itu mengalami hilang kontak pada Senin pagi waktu setempat.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan