Kuning, oranye, merah, hingga cokelat - Apa makna warna urine Anda?
Warna urine manusia bisa menjadi kuning, merah, oranye, hijau, biru, hingga cokelat. Warna urine ternyata mencerminkan kondisi kesehatan…
Fenomena ini terkait dengan kondisi serius yang disebut rhabdomyolysis, yang dapat disebabkan oleh aktivitas ekstrem atau konsumsi obat-obatan tertentu.
Warna urine seperti ini juga bisa disebabkan oleh bilirubin, sehingga menyebabkan urine sangat gelap dan warnanya menjadi coklat.
Tetapi ini juga bisa disebabkan oleh darah yang tidak segar.
Peradangan pada ginjal, yang disebut glomerulonefritis, dapat memicu pendarahan dari berwarna merah hingga coklat saat mengalir melalui saluran kemih.
Di sisi lain, urine juga bisa tidak berwarna. Meskipun urine berwarna kuning pekat menandakan kondisi yang kurang baik, urin encer berjumlah banyak juga bisa menandakan penyakit tertentu seperti diabetes atau konsumsi alkohol berlebihan.
Semua ini menunjukkan bahwa beragamnya warna urine manusia menandakan ada kondisi tertentu yang mempengaruhi warnanya.
Warna-warna yang disebutkan di sini pun bukan berarti mewakili seluruh warna urine yang mungkin muncul.
Namun dengan memahami mengapa warna urine dapat berubah, Anda bisa mewaspadai tanda-tanda seperti pendarahan yang memerlukan kunjungan ke dokter. Atau setidaknya Anda bisa menenggak sebotol air.
Dan Baumgardt adalah profesor di Fakultas Fisiologi, Farmakologi dan Ilmu Saraf di Universitas Bristol, Inggris.
*Artikel ini diterbitkan di The Conversation dan direproduksi di sini dengan lisensi Creative Commons.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia4fdd2210-2d5f-11ef-a044-9d4367d5b599.jpg.jpg)