Kuning, oranye, merah, hingga cokelat - Apa makna warna urine Anda?
Warna urine manusia bisa menjadi kuning, merah, oranye, hijau, biru, hingga cokelat. Warna urine ternyata mencerminkan kondisi kesehatan…
Ini membuat warna urine menjadi lebih gelap seperti oranye atau kecoklatan.
Konsentrasi bilirubin yang tinggi juga membuat kulit menjadi kuning. Kondisi ini disebut penyakit kuning obstruktif.
Beberapa obat, termasuk antibiotik rifampisin, juga dapat mengubah urine menjadi berwarna oranye.
Hijau dan biru
Hijau dan biru adalah warna urine yang cukup jarang terjadi, dan ini mungkin mengagetkan.
Namun, ada sejumlah faktor yang membuat urine menjadi warna hijau atau biru.
Kandungan dalam makanan berwarna hijau (seperti asparagus) atau biru, yang dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa jadi penyebabnya. Begitu pula dengan pengobatan tertentu seperti antihistamin, anestesi, dan vitamin.
Menariknya, sejumlah mikroba juga bisa menghasilkan senyawa-senyawa berwarna hijau.
Bakteri bernama Pseudomonas aeruginosa menghasilkan senyawa piosianin berwarna biru-hijau.
Ini adalah penyebab infeksi saluran kemih yang lebih jarang terjadi, yang sering kali disertai sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil.
Ungu
Urine berwarna ungu lebih jarang lagi terjadi. Salah satu penyebabnya adalah porfiria (yang secara harfiah berarti ungu) dan merupakan kondisi genetik yang mempengaruhi kulit dan sistem saraf.
Fenomena lainnya disebut sebagai sindrom kantung urine ungu yang juga disebabkan oleh bakteri.
Ini adalah suatu kondisi di mana bakteri yang ada pada pasien yang menggunakan kateter (saluran pembuangan urine medis) membuat urine menjadi ungu.
Merah muda
Pendarahan atau konsumsi buah bit dan buah naga dalam jumlah sedikit dapat mengubah urine menjadi warna merah muda. Dalam kasus ini, urolog kerap membandingkannya dengan minuman anggur rose.
Warna-warna lainnya
Selain warna-warna di atas, tubuh juga bisa menghasilkan urine berwarna coklat atau hitam seperti kola.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia4fdd2210-2d5f-11ef-a044-9d4367d5b599.jpg.jpg)