Sabtu, 11 April 2026

Kuning, oranye, merah, hingga cokelat - Apa makna warna urine Anda?

Warna urine manusia bisa menjadi kuning, merah, oranye, hijau, biru, hingga cokelat. Warna urine ternyata mencerminkan kondisi kesehatan…

BBC Indonesia
Kuning, oranye, merah, hingga cokelat - Apa makna warna urine Anda? 

Urine manusia bisa berwarna merah, kuning, merah muda, dan hijau. Bahkan bisa juga berwarna ungu, oranye, biru atau warna-warna lain yang tidak biasa.

Urine berfungsi sebagai sarana pembuangan zat-zat sisa dari dalam tubuh, termasuk nitrogen yang dihasilkan dari pemecahan protein dan otot (dalam bentuk urea dan kreatinin) serta sel darah merah.

Beberapa senyawa yang masuk ke tubuh melalui vitamin, obat-obatan serta bahan makanan juga keluar melalui urine.

Namun ada banyak senyawa yang semestinya tidak terkandung dalam urine. Oleh sebab itu, pertanyaan soal warna urine menjadi penting untuk mendiagnosis kondisi yang menyebabkannya.

Merah

Urine berwarna merah biasanya menandakan pendarahan. Itu bisa terjadi dari mana pun yang ada di saluran kencing, entah itu ginjal, kandung kemih, prostat, dan semua saluran yang menghubungkan organ-organ ini.

Kadar pendarahannya bervariasi, tergantung pada volume dan kesegaran darahnya. Dua hal ini juga menghasilkan warna yang berbeda-beda.

Ketika pendarahan terjadi pada kadar yang tinggi, warnanya akan sangat pekat sehingga menyerupai anggur merah. Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan pendarahan, seperti batu ginjal, kanker, trauma, dan infeksi saluran kemih.

Namun urine juga bisa berwarna merah setelah mengonsumsi buah naga atau bit.

Oranye dan kuning

Warna alami dari urine, yang kita pahami, berwarna kuning dengan tingkat kepekatan yang bergantung pada seberapa baik tubuh terhidrasi.

Ketika seseorang mengalami dehidrasi, urinenya berwarna kuning gelap bahkan mendekati oranye. Asupan cairan yang mencukupi akan membuat urine berwarna kuning pucat.

Senyawa yang membuat urine berwarna kuning disebut urobilin. Urobilin diproduksi dari pemecahan sel darah merah tua yang dikeluarkan dari sistem peredaran darah.

Proses ini menghasilkan senyawa yang disebut bilirubin.

Sebagian dari senyawa bilirubin dikeluarkan melalui urine. Sedangkan sebagian lainnya melalui usus karena dimanfaatkan oleh hati untuk membuat empedu yang dan berperan penting dalam proses pemecahan dan pencernaan lemak.

Proses sekresi empedu berlangsung di usus, lalu dikeluarkan bersama tinja. Senyawa yang ada di dalam cairan empedu inilah yang memberi warna coklat pada tinja.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved