Kerabat Korban Peringati Tragedi 10 Tahun Penembakan Pesawat MH17
Keluarga korban tewas akibat penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 memperingati satu dekade tragedi tersebut di Australia dan…
Moskow telah berulang kali menyangkal bertanggung jawab atas penembakan pesawat MH17 dan menolak menyerahkan dua warga Rusia dan seorang Ukraina yang divonis bersalah atas pembunuhan oleh pengadilan Belanda secara in absensia pada 2022.
Belanda terus menuntut Rusia berdasarkan hukum internasional melalui Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. Australia dan Belanda juga bersama-sama menuntut Rusia melalui Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, atau ICAO, atas dugaan perannya dalam menjatuhkan MH17.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan pada hari Rabu bahwa dia "terkejut" karena Rusia telah menarik diri dari proses ICAO pada bulan Juni.
"Kasus ini akan terus berlanjut dan kami tidak akan tergoyahkan dalam komitmen kami untuk meminta pertanggungjawaban Rusia," kata Wong dalam pertemuan yang dihadiri diplomat asing.
Belanda gelar peringatan bagi korban
Belanda juga berencana akan mengadakan peringatan serupa pada Rabu malam di sebuah monumen dekat Bandara Schiphol. Ini adalah titik ketika MH17 memulai perjalanannya ke kota Kuala Lumpur, Malaysia.
Jaksa Agung Australia Mark Dreyfus akan mewakili Australia di monumen itu. Di sana telah ditanam 298 pohon untuk mengenang setiap korban dan bunga matahari seperti yang tumbuh di lokasi kecelakaan.
Ia memperkirakan kasus Belanda-Australia melawan Rusia akan diajukan kembali ke ICAO pada bulan Oktober meskipun Moskow telah menarik diri.
"Kami tidak akan merelakan ini sampai Rusia bertanggung jawab," kata Dreyfus.
Belanda adalah negara asal 196 korban. Selain Belanda dan Australia, korban juga berasal dari Malaysia, Indonesia, Inggris, Belgia, Jerman, Filipina, Kanada, Selandia Baru, Vietnam, Israel, Italia, Rumania, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.
ae/hp (AP, AFP)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.