Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-897: Kyiv Post Puji Penunjukan Tim Walz Jadi Cawapres Kamala Harris
Media Ukraina, Kyiv Post mengatakan penunjukan Tim Walz sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) Kamala Harris merupakan kabar baik bagi Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sejumlah peristiwa yang berlangsung dalam perang Rusia-Ukraina pada Kamis (8/8/2024) ini telah memasuki hari ke-897.
Media Ukraina, Kyiv Post mengatakan penunjukan Tim Walz sebagai calon wakil presiden (cawapres) Kamala Harris merupakan kabar baik bagi Ukraina.
"Sejak dimulainya invasi besar-besaran, Walz telah menjadi pendukung vokal Ukraina dalam perjuangannya melawan Rusia," papar Kyiv Post.
Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS), Kamala Harris menggandeng Gubernur Minnesota Tim Walz sebagai cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS November mendatang, CNN melaporkan.
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-897:
*) Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan Washington, D.C menghubungi Ukraina untuk mengetahui "tujuan" dari serangan besar melintasi perbatasan ke Rusia pada Rabu (7/8/2024).
"Amerika mendukung tindakan akal sehat oleh Ukraina untuk menghentikan serangan oleh pasukan Rusia," kata Jean-Pierre.
"Kami akan menghubungi militer Ukraina untuk mengetahui lebih lanjut tentang tujuan mereka," imbuhnya.
Dikutip dari ABC News, Ukraina melancarkan serangan besar-besaran dengan pasukannya ke Rusia, dalam apa yang tampaknya menjadi serangan terbesar dan paling serius ke negara itu sejak invasi skala penuh Moskow dimulai pada Februari 2022.
Pasukan Ukraina yang berjumlah ratusan yang didukung dengan kendaraan lapis baja maju pada hari Selasa (6/8/2024) melintasi perbatasan ke wilayah Kursk Rusia, menurut sumber resmi dan tidak resmi Rusia, meskipun rincian pastinya masih sangat belum jelas.
Baca juga: Siapa Tim Walz, Cawapres Pilihan Kamala Harris di Pemilu AS?
Pasukan Ukraina tampaknya telah merebut sejumlah permukiman di daerah perbatasan sekitar Desa Sudzha dan mungkin maju sejauh 15 km ke dalam Rusia.
Demikian menurut para blogger militer Rusia yang pro-Kremlin.
Ppertempuran sengit dilaporkan masih berlanjut untuk hari kedua.
*) Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin menggambarkannya sebagai "provokasi berskala besar" karena pejabat Ukraina tetap bungkam mengenai cakupan operasi tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Milles menepis kecaman Moskow, The Guardian melaporkan.
"Saya telah melihat pernyataan dari pemerintah Rusia. Agak berlebihan, mereka menyebutnya sebagai provokasi, mengingat Rusia melanggar integritas dan kedaulatan teritorial Ukraina," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tim-walz-4rqrf.jpg)