Senin, 27 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Bentrok di Tel Aviv: Polisi Tangkap 29 Pengunjuk Rasa yang Tuntut Netanyahu Bebaskan Sandera

Warga Israel turun di sepanjang jalan Tel Aviv pada Minggu malam. Aksi ini berujung ricuh hingga terjadi bentrok antara polisi dan demonstran.

SHARON ARONOWICZ, OREN ZIVAFPTVAFP
Polisi bentrok dengan pengunjuk rasa selama unjuk rasa besar-besaran yang diadakan di Tel Aviv oleh puluhan ribu warga Israel yang mendukung keluarga sandera untuk menuntut pembebasan mereka setelah Israel mengumumkan pasukannya telah menemukan enam sandera tewas di terowongan Gaza. 

Sekitar 29 pengunjuk rasa ditangkap oleh pihak kepolisian.

Menurut pihak polisi, 29 orang tersebut ditangkap lantaran melakukan vandalisme, melakukan perilaku tidak tertib, dan menyerang petugas.

"Selama demonstrasi ilegal tersebut, pasukan polisi di Tel Aviv menangkap 29 tersangka yang melanggar perintah, menyerang polisi, dan melakukan kerusuhan dengan brutal dan vandalisme," kata polisi Tel Aviv dalam sebuah pernyataan di X.

Aksi demo di Tel Aviv pada Minggu (1/9/2024) berujung ricuh
Warga Israel turun di sepanjang jalan Tel Aviv pada Minggu malam. Aksi ini berujung ricuh hingga terjadi bentrok antara polisi dan demonstran.

Bentrokan ini juga menyebabkan salah seorang polisi wanita terluka.

"Seorang polisi wanita terluka selama konfrontasi dengan demonstran dan kehilangan kesadaran sebelum dia dievakuasi untuk perawatan medis, kata polisi.

Pihak berwenang juga menuduh beberapa pengunjuk rasa melanggar batas keamanan dan memaksa masuk ke Jalan Raya Ayalon,

Menurut klaim polisi, pengunjuk rasa memblokir beberapa jalur dan menyalakan api.

Hingga akhirnya polisi membubarkan para demonstran.

"Semua rute lalu lintas telah dibersihkan dari demonstran dan jalan secara bertahap dibuka kembali untuk mobil," kata polisi.

Serikat Buruh Gelar Aksi Mogok Massal

Serikat buruh terbesar Israel telah menyerukan pemogokan kerja massal pada hari Senin (2/9/2024).

Aksi mogok massal ini digelar untuk menekan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Palestina.

Keputusan ini diambil oleh serikat pekerja setelah tentara Israel mengumumkan telah menemukan jasad 6 sandera di Jalur Gaza Selatan pada Minggu (1/9/2024).

Mengetahui kabar tersebut, kepala Federasi Buruh Histadrut Arnon Bar-David mengaku kecewa dan geram dengan Netanyahu.

"Kita malah mendapatkan kantong mayat, bukan kesepakatan. Saya sampai pada kesimpulan bahwa hanya intervensi kita yang dapat memindahkan mereka yang perlu dipindahkan," kata Bar-David pada Minggu malam, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Oleh karena itu, ia menyerukan kepada semua warga Israel untuk melakukan aksi mogok kerja dan menggelar aksi protes di jalan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved