Kamis, 16 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Uni Eropa Berupaya Tengahi Masalah Israel dan Mesir di Koridor Philadelphia

Uni Eropa berupaya menengahi masalah Israel dan Mesir di Koridor Philadelphia, perbatasan Jalur Gaza dan Mesir.

Khaled DESOUKI / AFP
Tentara Mesir mengendarai kendaraan tempur infanteri (IFV) yang dikerahkan di dekat Perbatasan Rafah sisi Mesir dengan Jalur Gaza pada 23 Maret 2024. --- UE berupaya menengahi ketegangan antara Mesir dan Israel soal kendali di koridor Philadelphia. 

TRIBUNNEWS.COM - Perwakilan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, mengumumkan Uni Eropa (UE) sedang melakukan pemantauan terhadap perbatasan Gaza dan Mesir, khususnya perbatasan Rafah atau koridor Philadelphia.

Josep Borrell mengatakan dia akan menghadiri pertemuan tingkat menteri Liga Arab di Kairo, Mesir, untuk membahas masalah ini.

"Uni Eropa sedang melakukan negosiasi sehingga misi pemantauan perbatasan antara Mesir dan Gaza selama bertahun-tahun dapat kembali dibuka dan membuka titik persimpangan di mana warga Palestina yang terluka dan tidak dapat menerima bantuan dapat dievakuasi," kata Josep Borrell dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Spanyol El Mundo, Senin (9/9/2024).

Ia juga mengumumkan tekad UE untuk mencapai gencatan senjata di Gaza sesegera mungkin.

“Pada tahap ini, satu-satunya hal yang harus dicapai adalah gencatan senjata," katanya.

Sementara itu, ia kesal karena perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas belum mencapai titik terang.

"Kami mendengar hari ini bahwa gencatan senjata akan segera tercapai, dan kemudian keesokan harinya mereka mengatakan bahwa gencatan senjata mungkin tercapai besok, sementara Israel menyalahkan Hamas, dan Hamas menyalahkan Israel," ujarnya.

Gagasan untuk membentuk unit pemantauan Eropa melalui UE di perbatasan antara Gaza dan Mesir diusulkan pada Mei lalu.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada saat itu mencoba mempertahankan kendali militer Israel di koridor Philadelphia dengan alasan mencegah Hamas menyelundupkan senjata melalui perbatasan itu.

Sementara itu, Mesir menolak sepenuhnya masalah tersebut, dan menekankan Mesir hanya akan menerima kendali Otoritas Palestina atas sisi Palestina di koridor Philadelphia, seperti diberitakan Al Arabiya.

Patut dicatat bahwa sebelum tahun 2007, penyeberangan Rafah berada di bawah pengawasan Eropa, namun misi Eropa menghentikan aktivitasnya pada saat itu setelah Hamas menguasai Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Tidak Temukan Terowongan di Koridor Philadelphi di Perbatasan Gaza-Mesir, Kata Analis Israel

Jumlah Korban di Jalur Gaza

Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 40.972 jiwa dan 94.761 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Minggu (8/9/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Anadolu Agency.

Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023) untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak tahun 1948.

Israel memperkirakan kurang lebih ada 109 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved