Minggu, 19 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mengapa Korea Selatan Sangat Khawatir Korea Utara Terlibat dalam Perang Rusia-Ukraina?

Berita bahwa pasukan Korea Utara bergabung dengan Rusia di medan perang di Ukraina, menimbulkan kekhawatiran besar di Seoul.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
KCNA/KSAT
Kolase foto Kim Jong Un dan Yoon Suk Yeol 

Minggu ini, laporan media mengatakan bahwa Korea Selatan mempertimbangkan untuk mengirim pejabat ke Ukraina untuk memberikan informasi intelijen tentang taktik medan perang Korea Utara.

Korea Selatan juga bersedia ambil bagian dalam interogasi terhadap pasukan Korea Utara yang ditangkap.

Perubahan Kebijakan

Korea Selatan merupakan eksportir senjata terbesar kesembilan di dunia dengan penjualan senilai $14 miliar tahun lalu, mengutip The Guardian.

Namun, Korea Selatan memiliki kebijakan lama untuk tidak menyediakan senjata secara langsung kepada negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Kebijakan ini berlaku untuk Ukraina.

Namun, pengerahan pasukan Korea Utara menambah tekanan pada Yoon untuk mencabut pembatasan tersebut.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan pernyataan ke media pada sesi konferensi pers di Seoul, Kamis, 24 Oktober 2024.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan pernyataan ke media pada sesi konferensi pers di Seoul, Kamis, 24 Oktober 2024. (Yonhap)

Yoon menyebut bahwa mempersenjatai pasukan Ukraina merupakan sebuah opsi.

Ia mengatakan kepada wartawan minggu ini bahwa Korea Selatan tidak akan tinggal diam sementara Korea Utara "mengancam keamanan global".

"Meskipun kami telah mempertahankan prinsip kami untuk tidak secara langsung memasok senjata mematikan, kami juga dapat meninjau kembali sikap kami secara lebih fleksibel, tergantung pada tingkat aktivitas militer Korea Utara," katanya.

Keinginan Korea Selatan untuk mendapatkan dukungan yang lebih kuat bagi Ukraina semakin meningkat, meskipun hal itu meningkatkan kemungkinan senjata Korea Selatan digunakan untuk membunuh tentara Korea Utara.

Baca juga: Tentara Korea Utara Dilaporkan Diterjunkan ke Rusia, Korea Selatan Berjanji Tidak Akan Tinggal Diam

“Pertanyaan besarnya adalah apakah Seoul akan melonggarkan pembatasan bantuan militer langsung,” kata Euan Graham, analis senior di Australian Strategic Policy Institute.

“Namun, hal ini memerlukan perubahan konstitusional dalam beberapa kasus, jadi ini tidak mudah."

Kim Jong Un setuju untuk mengerahkan pasukannya untuk tujuan transaksional, bukan karena kepentingan strategis bersama, menurut Graham.

"Meskipun demikian, ini adalah perkembangan peristiwa yang luar biasa, mengingat bahkan tetangga Ukraina, Belarus, tidak ikut serta dalam peran tempur langsung."

Perang Proksi

Tujuh dekade setelah konflik tiga tahun antara Korea Selatan dan Korea Utara berakhir dengan gencatan senjata, keduanya kini terlibat dalam perang proksi di Eropa, menurut Ramon Pacheco Pardo, profesor hubungan internasional di King's College London.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved