Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

10 Pelanggaran Israel atas Gencatan Senjata dengan Hizbullah: Tembak Jurnalis, Tangkap Warga Lebanon

Israel dilaporkan setidaknya telah melakukan 18 pelanggaran gencatan senjata dalam kurun waktu dua hari.

khaberni/HO
Pengeboman di Lebanon Selatan. Konfrontasi antara milisi Hizbullah dan tentara Israel di perbatasan kedua negara kian tinggi - Israel dilaporkan setidaknya telah melakukan 18 pelanggaran gencatan senjata dalam kurun waktu dua hari. 

Radio Sham FM Suriah melaporkan, serangan itu menargetkan wilayah al-Qusayr.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak menyebutkan jenis instalasi militer yang diserang.

Belum ada komentar langsung dari otoritas Suriah atau aktivis yang terkait konflik di negara itu. Hizbullah juga belum memberikan komentar.

Gencatan Senjata Buat Hizbullah Unggul?

Sebelumnya, pemimpin di wilayah Israel utara, menilai perjanjian gencatan senjata hanya akan membuat Hizbullah unggul.

Kepala Dewan Permukiman di Metula di Israel utara, David Azoulay, menepis klaim, yang mengatakan Israel telah mencapai tujuan perang dan menyebut pernyataan itu sebagai "kebohongan".

"Mengapa pemerintah paling sayap kanan dalam sejarah Israel mengarah kepada perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah?" ujar dia, dikutip dari Al Mayadeen.

Baca juga: 2 Syarat Hamas Mau Bahas Gencatan Senjata, Israel Harus Mundur dan Bantuan Wajib Mengalir

Wali Kota Kiryat Shmona, Avichai Stern, menyatakan kekhawatiran, gencatan senjata bisa mengulang skenario Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Ia mendesak pemimpin Israel untuk menghindari menempatkan pemukim di wilayah utara dalam risiko.

"Kami bisa saja menjadi sandera berikutnya. Saya tidak mengerti bagaimana kita telah beralih dari kemenangan total ke penyerahan total," kata Stern.

Ketua "Forum Pemukiman Garis Depan" di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, Moshe Davidovich, mengkritik pemerintah Israel karena membuat keputusan yang "melebihi kemampuan kami."

Ia berpendapat, "Kami tidak dapat kembali ke utara dengan aman berdasarkan kesepakatan gencatan senjata."

"Kami ingin hidup aman, dan pemerintah telah gagal menyediakannya," tegas dia.

Dalam komentarnya kepada Channel 12 Israel, Davidovitch menggambarkan dampak operasi Hizbullah terhadap permukiman utara.

Menurutnya, "Jalan-jalan hancur, dan perang telah menghancurkan mata pencaharian, ekonomi, pariwisata, dan pertanian."

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan