Sabtu, 30 Agustus 2025

Kebakaran di Los Angeles

Warga Los Angeles Terpaksa Hadapi Lonjakan Biaya Sewa Rumah Pasca Kebakaran

 Kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah di Los Angeles telah membuat banyak warga yang kehilangan rumahnya.

X/Twitter
Kebakaran Hutan di Los Angeles County -  Kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah di Los Angeles telah membuat banyak warga yang kehilangan rumahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah di Los Angeles telah membuat banyak warga yang kehilangan rumahnya.

Hal tersebut membuat mereka harus mencari tempat tinggal baru.

Namun ternyata, kebakaran yang meluas di wilayah tersebut tidak hanya menghancurkan ribuan rumah, tetapi juga memperparah krisis perumahan di pasar yang sudah mahal.

Menurut data dari Cal Fire, hingga Senin malam waktu setempat, lebih dari 12.300 bangunan di area seluas 40.500 hektar di Los Angeles dan sekitarnya telah terbakar.

Dampak ini sangat signifikan karena tidak hanya menghancurkan properti, tetapi juga mengurangi jumlah pasokan rumah yang tersedia di wilayah dengan tingkat hunian yang sudah tinggi, dikutip dari Al Jazeera.

Situs berita lokal LAist melaporkan kenaikan harga sewa rumah sebesar 30 persen hingga 75 persen di beberapa wilayah terdampak, berdasarkan data dari lembaga nirlaba Strategic Actions for a Just Economy. 

Kenaikan ini jauh melampaui batas 10 persen yang ditetapkan oleh gubernur California untuk menghindari kenaikan harga yang tidak wajar selama keadaan darurat.

Seorang penduduk Los Angeles yang terdampak kebakaran, Joe Thompson mengonfirmasi kabar kenaikan harga tersebut. 

Ia mengungkapkan kesulitannya dalam mencari tempat tinggal baru bagi keluarganya setelah rumah mereka di Pacific Palisades rusak akibat kebakaran.

Meskipun rumah mereka masih berdiri, kondisi kerusakannya belum diketahui, dan mereka belum diizinkan kembali ke sana.

Pada hari Sabtu (11/1/2025), Thompson mencoba menyewa sebuah rumah dengan lima kamar tidur di Santa Monica yang baru saja dipasarkan dengan harga 28.000 USD atau sekitar Rp 455.560.000 per bulan.

Harga tersebut lebih dari dua kali lipat tarif sewa tahun lalu.

Baca juga: AS Perintahkan Ratusan Napi Padamkan Kebakaran di Los Angeles, Janji Bakal Diberi Bayaran dan Remisi

Tak hanya itu, agen properti meminta uang sewa tiga bulan di muka, dan telah menerima banyak aplikasi dari calon penyewa lainnya. 

Terkejut dengan harga yang melambung tinggi, Thompson dan keluarganya memutuskan untuk mencari opsi lain.

“Kami tidak akan melakukan itu. Kami akan terus mencari.” kata Thompson, dikutip dari NBC News.

Situasi ini menyebabkan banyak pemilik rumah dan pengelola properti menaikkan harga sewa jangka pendek secara drastis.

Tindakan tersebut dianggap melanggar undang-undang California yang melarang kenaikan harga lebih dari 10 persen selama masa darurat. 

Tinjauan terhadap daftar properti di Zillow dan wawancara dengan agen real estat serta pencari rumah mengungkapkan adanya sejumlah pelanggaran aturan ini.

Pihak berwenang telah meminta warga untuk melaporkan praktik pemerasan harga kepada Kantor Jaksa Agung negara bagian.

Anggota Majelis negara bagian Jacqui Irwin, yang mewakili sebagian wilayah Los Angeles bagian barat, mengecam tindakan tersebut dalam konferensi pers pada hari Minggu (12/1/2025).

"Ini benar-benar tidak dapat diterima dan melanggar hukum untuk dilakukan mengingat tragedi yang mengerikan ini," kata Anggota Majelis negara bagian Jacqui Irwin.

Ia menegaskan bahwa pihak berwenang akan mengambil langkah tegas terhadap para pelaku yang memanfaatkan situasi darurat untuk keuntungan pribadi.

Sementara itu, ribuan keluarga yang terdampak kebakaran terus berjuang mencari tempat tinggal yang layak di tengah situasi sulit ini.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan untuk mengendalikan lonjakan harga sewa dan memastikan ketersediaan hunian bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Sebagai informasi, kebakaran besar telah terjadi di empat titik wilayah di Los Angeles.

Kebakaran ini telah menghanguskan lahan seluas lebih dari 62 mil persegi (160 km persegi), lebih luas dari wilayah San Francisco.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah. 

Menurut Sheriff Daerah Los Angeles, Robert Luna, korban tewas telah mencapai 24 orang.

Berdasarkan laporan kantor pemeriksa mayat daerah Los Angeles, dari 24 korban tewas yang telah dilaporkan, 16 di antaranya berasal dari kebakaran Eaton dan delapan lainnya dari kebakaran Palisades.

Adapun 2 korban tewas dilaporkan telah diidentifikasi oleh pemeriksa medis daerah LA.

Dua korban diidentifikasi sebagai Victor Shaw (66 tahun) dan Charles Mortimer (84 tahun).

Sementara itu, kurang lebih 100.000 orang di daerah Los Angeles County masih berada di bawah perintah evakuasi, separuh dari jumlah minggu lalu.

(Tribunnews.com/Farrah)

Artikel Lain Terkait Kebakaran di Los Angeles

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan