Senin, 20 April 2026

Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Harga Koin Kripto Donald Trump Ambruk setelah Melania Ikut-ikutan Buat Memecoin

Harga koin kripto Donald Trump diketahui ambruk hingga 38 persen setelah sang istri Melania Trump ikut-ikutan merilis token berjenis memecoin

Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati
melaniameme.com
Koin kripto $MELANIA yang dirilis Melania Trump pada Senin (20/1/2025). Harga koin kripto Donald Trump diketahui ambruk hingga 38 persen setelah sang istri Melania Trump ikut-ikutan merilis token berjenis memecoin 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar kurang mengenakkan datang dari para pemegang koin cryptocurrency $TRUMP yang digagas oleh tim Donald Trump.

Harga koin kripto Presiden AS tersebut diketahui ambruk hingga 38 persen setelah sang istri, Melania Trump ikut-ikutan merilis token berjenis memecoin tersebut.

Dikutip dari data CoinMarketCap, token TRUMP mengalami penurunan kapitalisasi pasar sebesar Rp 81 triliun, dengan harganya turun 38 persen dari $74,6 (Rp 1,22 Juta)  menjadi $45,9 (Rp 750 ribu) dalam 40 menit, 

Pada saat yang bersamaan, Memecoin sang ibu Negara baru tersebut telah mencapai angka valuasi senilai $6 miliar dalam waktu kurang dari dua jam setelah dirilis.

Data dari DEXScreener menunjukkan bahwa lebih dari 45.000 dompet virtual telah membeli token tersebut.

Dalam waktu singkat, $MELANIA pun mencapai angka kapitalisasi pasar sebesar $6,14 miliar atau setara Rp 100 Triliun sejak diluncurkan pada Senin (20/1/2025) sekitar pukul 04.00 WIB hari ini.

Sebuah situs web untuk token MELANIA yang dibagikan oleh istri Donald Trump menyatakan, memecoin ini dibuat untuk meraih profit atau  sebagai peluang investasi.

Akun Melania Trump menyatakan, token $MELANIA ditujukan bagi para pendukungan Trump agar bisa secara langsung memberikan "support" dan "keterlibatan" dengan pemerintahan AS yang baru.

Situs dari Token Melania tersebut mengklaim bahwa 35 persen dari memecoin tersebut telah didistribusikan, sementara 20 persen dialokasikan untuk kas dan komunitas. 

Situs tersebut menambahkan bahwa 15 persen dari koin yang ada akan ditawarkan kepada publik, dan 10 persen disisihkan untuk likuiditas.

Namun demikian, platform analitik blockchain Bubblemaps menyatakan dalam unggahan X pada 19 Januari, hampir 90 persen pasokan token ada di satu dompet dan tidak sesuai dengan klaim distribusi token.

Baca juga: Trump Dilantik, Wamenperin Sebut Ada Potensi Pabrik China Relokasi ke Batam

Meski menuai banyak kecurigaan, Anggota Eksekutif Coinbase, Conor Grogan, mengatakan di X bahwa kemungkinan token MELANIA bukanlah bentuk penipuan rug pull yang sering terjadi di dunia kripto.

Grogan menilai ketidaksesuaian data whitepaper tersebut terjadi karena faktor tim MELANIA yang melakukan peluncuran kurang terorganisir dibandingkan dengan tim di balik token TRUMP. 

"Saya rasa token ini ditangani oleh tim yang berbeda dari TRUMP," katanya.

"Token yang satu (TRUMP) terlihat seperti dibuat oleh para profesional di pasar kripto, sementara yang ini (MELANIA) jujur terlihat seperti proyek anak kuliahan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved