Konflik Palestina Vs Israel
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Bakal Segera Bertemu, Ini yang Akan Dibahas Keduanya
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk melakukan pertemuan di Gedung Putih.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk datang ke Gedung Putih pada 4 Februari 2025 mendatang.
Undangan Donald Trump ini telah dikonfirmasi oleh Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lantas, apa yang akan dibahas oleh kedua kepala negara itu?
Berbicara dengan wartawan di Air Force One, Trump mengatakan pertemuan itu akan berlangsung "segera".
Menjelang pertemuan itu, utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, akan memulai diskusi Tahap Dua kesepakatan penyanderaan Hamas-Israel.
Dikutip dari The Jerusalem Post, Witkoff akan membahas dengan Netanyahu tahap selanjutnya dari kesepakatan tersebut, yang akan mencakup pembebasan seluruh 64 sandera yang tersisa dari penahanan Hamas, beberapa di antaranya dipastikan telah meninggal.
Menurut kesepakatan awal yang ditandatangani, pembicaraan tersebut seharusnya baru dimulai pada hari Senin, hari ke-16 gencatan senjata.
Namun, Qatar dan AS telah memulai diskusi tentang masalah tersebut.
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, pada Selasa (28/1/2025) telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
"Keduanya menyatakan harapan bahwa kesepakatan penyanderaan akan mencapai tahap kedua dan menjadi permanen," tulis Kantor Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan.
Netanyahu telah menyatakan, Israel akan menentang kesepakatan apa pun yang secara resmi mengakhiri perang di Gaza.
Baca juga: Ejek Donald Trump, Iran Minta Penduduk Israel Diusir Saja ke Greenland
Isu lain yang mungkin akan diangkat dalam pertemuan hari Rabu antara Witkoff dan Netanyahu adalah pernyataan terbaru Trump mengenai usulan untuk memindahkan warga Gaza ke Mesir dan Yordania.
Trump mengatakan bahwa ia telah membahas masalah tersebut dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
"Kami banyak membantu mereka, dan saya yakin ia akan membantu kami. Ia adalah teman saya. Saya pikir ia akan melakukannya, dan Yordania juga akan melakukannya," kata Trump.
Seorang pejabat senior Mesir membantah laporan adanya panggilan telepon antara Trump dan Sisi, Al-Qahera News melaporkan pada Selasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Donald-Trump-dan-Netanyahu-Tangkapan-Layar-YouTube-Al-Jazeera.jpg)