Konflik Rusia Vs Ukraina
Hari ke-1074 Perang Rusia-Ukraina: Rusia Serang Odessa, Seorang Diplomat Terluka
Berikut ini update perang Rusia-Ukraina hari ke-1074, serangan rudal Rusia menghancurkan Odesa, tujuh orang terluka, termasuk diplomat.
TRIBUNNEWS.COM - Pada hari ke-1074 perang Rusia-Ukraina, terjadi beberapa insiden serangan yang signifikan.
Pukul 07:11, ledakan terdengar di Poltava, Ukraina, namun tidak ada laporan mengenai serangan terhadap obyek sipil atau korban jiwa.
Selanjutnya, pada pukul 08:01, Ukraina menerapkan penutupan darurat di sejumlah wilayah, termasuk Kharkiv, Sumy, Poltava, Donetsk, Dnepropetrovsk, Zaporizhia, dan Kirovograd akibat serangan rudal Rusia.
Rusia meluncurkan serangan rudal ke pusat kota Odesa, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.
Serangan ini merusak bangunan bersejarah seperti Hotel Bristol dan Aula Konser Odesa Philharmonic, serta mengakibatkan tujuh orang terluka, termasuk seorang diplomat Norwegia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam serangan tersebut dan menekankan pentingnya memperkuat pertahanan udara Ukraina.
Penarikan Tentara Korea Utara
Ukraina meyakini bahwa tentara Korea Utara yang bertempur bersama Rusia di garis depan Kursk telah ditarik kembali setelah mengalami kerugian besar.
Kremlin menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Selain itu, militer Ukraina melaporkan bahwa mereka telah menyerang dan menghancurkan pos komando tentara Rusia di wilayah Kursk.
Baca juga: Karma Serangan Rusia Dihancurkan Satu UAV Ukraina, Propaganda Rudal Balistik Andalkan Korea Utara
Komentar Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan rencananya untuk berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut, "Kami mungkin akan melakukan sesuatu yang signifikan." Ia juga menegaskan bahwa AS sedang melakukan diskusi serius dengan Rusia mengenai perang di Ukraina.
Rusia Klaim Rebut Desa di Ukraina
Militer Rusia mengeklaim telah merebut desa Novovasylivka di wilayah Donetsk dan hampir memutus rute pasokan utama di Ukraina timur.
Di sisi lain, Rusia menuduh pasukan Ukraina membunuh 22 orang di sebuah desa Rusia, termasuk delapan wanita yang diduga diperkosa sebelum dieksekusi.
Namun, Ukraina membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka tidak memerangi warga sipil.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/serangan-Rusia-di-Poltava-dan-odessa-23r23.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.