Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Bahas Sandera-Gencatan Senjata, Netanyahu dan Trump Akan Bertemu di Gedung Putih 4 Februari

Pertemuan antara Netanyahu dan Trump dijadwalkan pada Selasa (4/2/2025) lusa. Keduanya kan bahas berbagai isu penting termasuk situasi Gaza.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera English
TRUMP DAN NETANYAHU - Kolase foto dari tangkapan Layar YouTube Al Jazeera English yang diambil pada Selasa (28/1/2025), menunjukkan Trump saat berpidato dalam rapat umum pada Minggu (19/1/2025) dan Benjamin Netanyahu saat menyampaikan pidato tentang kesepakatan pertukaran tawanan pada Sabtu (18/1/2025). Pertemuan antara Netanyahu dan Trump dijadwalkan pada Selasa (4/2/2025) lusa, akan bahas berbagai isu penting termasuk situasi Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM - Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (28/01/2025) mengonfirmasi Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump.

Pertemuan antara Netanyahu dan Trump dijadwalkan pada Selasa (4/2/2025) lusa, CNN melaporkan.

Keduanya bakal membahas berbagai isu penting, termasuk perjanjian gencatan senjata antara Israel dan militan Hamas, termasuk soal sandera.

"Diskusi juga akan mencakup situasi di Gaza, tantangan yang ditimbulkan oleh Iran, serta isu-isu utama lainnya yang berkaitan dengan keamanan dan politik internasional," papar kantor Netanyahu.

Pertemuan ini menandai momen penting karena Netanyahu akan menjadi pemimpin dunia pertama yang mengadakan pertemuan resmi dengan Trump sejak pelantikannya.

Meskipun Trump mengundang sejumlah pemimpin dunia untuk menghadiri pelantikannya pada 20 Januari lalu, pertemuan dengan Netanyahu akan menjadi yang pertama dalam masa jabatan keduanya.

Pembebasan Sandera dan Perjanjian Gencatan Senjata

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai pembebasan sandera.

Pemerintah Israel dan Hamas telah sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan, dengan Israel telah membebaskan hampir 300 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan.

Hamas, di sisi lain, mengatakan akan membebaskan total 33 sandera, dengan tujuh wanita Israel yang telah dibebaskan, serta janji untuk membebaskan enam sandera lainnya pada akhir pekan mendatang.

Meski ada kemajuan, Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, mengonfirmasi bahwa 25 sandera masih hidup, tetapi delapan lainnya sudah dibunuh oleh Hamas, NHK melaporkan.

Baca juga: Trump Kenakan Tarif Impor Tinggi untuk Kanada, Meksiko, dan China

Kesepakatan gencatan senjata yang sedang dibahas juga mencakup pencabutan pembatasan perjalanan di Gaza utara.

Dalam kesepakatan gencatan senjata yang sedang dibahas antara Israel dan Hamas, terdapat salah satu poin yang menyebutkan pencabutan pembatasan perjalanan di Gaza utara.

Pembatasan perjalanan ini, mungkin mencakup larangan atau pembatasan akses bagi penduduk atau barang untuk masuk atau keluar dari wilayah Gaza utara, yang biasanya diterapkan sebagai bagian dari blokade atau kontrol wilayah.

Dengan pencabutan pembatasan perjalanan, penduduk Gaza utara dapat kembali bergerak bebas, termasuk untuk kembali ke rumah atau daerah mereka setelah terjadinya pertempuran atau kerusakan akibat perang.

Ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan keadaan yang lebih stabil setelah gencatan senjata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved