Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Warga Ukraina Marah Merasa Dikhianati Donald Trump, Ini Penyebabnya

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah anggapan bahwa negaranya telah berkhianat kepada Ukraina. 

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Kremlin.ru
PUTIN DAN TRUMP - Foto ini diambil pada Senin (10/2/2025) dari publikasi resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di sela-sela pertemuan APEC pada 11 November 2017 di Da Nang, Vietnam. Dua hari lalu, Donald Trump telepon Vladimir Putin membuat rakyat Ukraina marah merasa dikhianati. 

 

TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA - Langkah Amerika Serikat (AS) menginisiasi perundingan perdamaian dengan Rusia dikecam sekutu-sekutu Ukraina di Eropa.

Bahkan warga Ukraina melampiaskan kemarahannya kepada Presiden AS Donald Trump karena merasa dikhianati.

Pemerintahan Donald Trump dinilai memulai pembicaraan untuk mengakhiri invasi Rusia tanpa melibatkan negara yang diserang yakni Ukraina.

Padahal AS selama ini adalah sekutu dekat Ukraina.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah anggapan bahwa negaranya telah berkhianat kepada Ukraina

Hegseth menyebut langkah perundingan ini sebatas menunjukkan AS menginginkan perdamaian.

"Tidak ada pengkhianatan di sini, hanya ada pengakuan bahwa seluruh dunia dan Amerika Serikat berkepentingan dan menginginkan perdamaian. Sebuah perdamaian yang dirundingkan," kata Hegseth dikutip Associated Press, Kamis (13/2/2025).

Donald Trump berencana menggelar pertemuan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai Ukraina.

Pada Rabu (12/2/2025), kedua pemimpin tersebut dilaporkan melangsungkan pembicaraan telepon selama hampir 90 menit.

Sebelumnya, usulan AS untuk mengakhiri perang Ukraina menuai kontroversi karena meminta Kiev menyerahkan wilayah ke Rusia.

Donald Trump juga menegaskan Ukraina tidak bisa bergabung dengan NATO.

Warga Ukraina Marah

'Saya merasa marah dan dikhianati' begitu rakyat Ukraina yang melampiaskan kemarahannya kepada Donald Trump atas sikap AS itu.

Hal pertama yang dipikirkan Olena Litovchenko, ketika dia membaca berita panggilan telepon Donald Trump kepada Vladimir Putin adalah bahwa akhirnya mungkin sudah waktunya baginya untuk meninggalkan Ukraina.

“Rasanya Ukraina sedang ditipu,” kata Litovchenko, seorang pelatih pribadi yang lahir di Kyiv dan telah tinggal di kota itu selama perang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved