Pemilu Jerman 2025: Kandidat Kanselir Adu Argumen soal Ekonomi dan Migran
Empat kandidat utama kanselir Jerman berikutnya, yakni Friedrich Merz, Olaf Scholz, Robert Habeck, dan Alice Weidel, beradu argumen…
Urutan kandidat dalam memberikan pernyataan penutup ditentukan melalui undian, dimulai dengan Kanselir petahana Olaf Scholz dari Partai SPD, Alice Weidel dari Partai AfD yang berhaluan ekstrem kanan, Robert Habeck dari Partai Hijau dan ditutup oleh Friedrich Merz dari Partai CDU.
Scholz dari Partai SPD: "Saya rasa debat ini telah menunjukkan bahwa SPD dan kanselir petahana harus lanjut ke periode kedua. Ini tentang perang dan perdamaian, keamanan di Eropa, serta keuangan yang dibutuhkan untuk mencapai itu tanpa memotong dana pensiun, layanan kesehatan, atau pun infrastruktur. Kita harus mendorong investasi di Jerman dan memastikan bahwa negara ini tetap bersatu dengan upah minimum yang lebih tinggi dan sistem pajak yang lebih adil dengan menuntut dari mereka yang berpenghasilan lebih."
Weidel dari Partai AfD: "Kami ingin membuat Jerman lebih makmur dan aman kembali. Kami akan menghentikan imigrasi ilegal dengan mengamankan perbatasan dan mendeportasi mereka yang berada di sini secara ilegal atau yang melakukan kejahatan. Partai CDU sudah mencegah ini selama bertahun-tahun. Jerman saat ini memiliki harga energi tertinggi di dunia, dan kami akan mengubah itu dengan bantuan teknologi baru, seperti energi nuklir termutakhir, batu bara, gas, dan juga energi terbarukan, tetapi tanpa subsidi besar-besaran yang justru merugikan negara dan pembayar wajib pajak. Pilih Partai AfD untuk perubahan politik yang nyata."
Habeck dari Partai Hijau: "Situasinya terlalu serius dan tekanan terhadap Jerman terlalu besar untuk hanya dibicarakan dalam argumen jelang pemilu ini. Bapak-Ibu sekalian, saya kini berusia 55 tahun dan sudah hidup di negara yang keamanan dan kemakmurannya tampak terjamin. Jaminan itu kini tidak lagi sekuat dulu. Setelah pemilu, kita harus bekerja bersama secara politik untuk mencari solusi bersama. Oleh karena itu, saya meminta izin untuk dapat terus melayani Jerman, agar anak-anak kita dapat menikmati peluang yang sama seperti yang kita nikmati dulu."
Merz dari Partai CDU: "Setelah 23 Februari akan ada 24 Februari dan kita harus menyelesaikan banyak masalah, termasuk migrasi ilegal dan stagnasi ekonomi. Saya ingin memimpin pemerintahan yang tidak lagi berdebat antar sesamanya, pemerintahan yang aktif terlibat di Eropa dan memastikan suara Jerman didengar. Itu hanya bisa terjadi jika kita kuat secara ekonomi, ketika pebisnis muda memiliki masa depan, ketika kita memiliki kebijakan pendidikan yang lebih baik, ketika negara kita memiliki suara yang lebih kuat. Itu yang saya perjuangkan, dan pastinya bukan dengan Partai AfD. Jika Anda menginginkan perubahan, maka Anda akan mendapatkannya dengan Partai CDU."
Artikel ini diadaptasi dari bahasa Inggris
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle71632690_403.jpg.jpg)