Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Terima 1.800 Bom MK-84 Kiriman AS, Aliansi Netanyahu-Trump Makin Kuat

Pengiriman 1.800 bom MK-84 telah tiba di Israel dari Amerika Serikat setelah Trump mencabut pembekuan ekspor senjata oleh pemerintah sebelumnya

Tayang:
JASON R. ZALASKY/Angkatan Laut AS/AFP
BOM MK-84. - Foto selebaran Angkatan Laut AS ini diterima pada 30 April 2004 dan diambil pada 29 April 2004 menunjukkan, Aviation Ordnanceman Airman Lauren Carr, dari Atlanta, Georgia saat ia menyalakan bom MK-84 seberat 2.000 pon di di Teluk Arab. FOTO AFP/NAVY AS/Jason R. ZALASKY 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Minggu (16/2/2025), sebanyak 1.800 bom MK-84 buatan Amerika Serikat (AS) mendarat di Israel.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, mengungkapkan pengiriman amunisi ini merupakan "aset penting" bagi Angkatan Udara Israel dan Angkatan Darat Israel (IDF).

Katz menyampaikan terima kasih kepada Trump dan pemerintah AS atas dukungan mereka yang terus menerus terhadap Israel, menegaskan bahwa negara tersebut akan terus memperkuat keamanannya.

"Pengiriman amunisi yang tiba di Israel malam ini, yang dirilis oleh pemerintahan Trump, merupakan aset penting bagi Angkatan Udara dan IDF dan berfungsi sebagai bukti lebih lanjut dari aliansi yang kuat antara Israel dan Amerika Serikat," kata Menteri Pertahanan Israel Katz pada Minggu, Times of Israel melaporkan.

Pengiriman ini mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang mencabut pembekuan ekspor senjata yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Trump menjelaskan bahwa keputusan untuk mencabut pembekuan ekspor senjata ke Israel didorong oleh keyakinannya pada prinsip "perdamaian melalui kekuatan."

Menurut Trump, bom-bom tersebut sudah lama disiapkan, tapi pemerintah sebelumnya, di bawah Joe Biden, menahan pengirimannya.

"Mereka membelinya, dan saya percaya pada perdamaian melalui kekuatan," ujar Trump.

Kementerian Pertahanan Israel melaporkan kapal yang membawa bom MK-84 seberat 2.000 pon tersebut berlabuh di Pelabuhan Ashdod.

Kemudian amunisi itu dipindahkan ke puluhan truk untuk dibawa ke pangkalan udara Israel.

Bom MK-84 dan Penggunaannya dalam Serangan Gaza

Baca juga: Tanpa Usir Warga Gaza dari Tanah Mereka, Mesir Susun Rencana Pembangunan Kembali Jalur Gaza

Dikutip dari Palestine Chronicle, bom MK-84, yang dikenal karena kemampuannya merobek beton dan logam tebal, memiliki radius ledakan yang luas.

Bom seberat 2.000 pon ini telah digunakan dalam serangan-serangan besar yang mengarah pada banyak korban jiwa, termasuk dalam serangan Al-Mawasi di Gaza pada Juli 2024.

Penggunaan bom ini telah melibatkan banyak korban sipil, dengan laporan menunjukkan bahwa bom-bom ini dijatuhkan saat warga sipil sedang tidur di kamp tenda.

Pembekuan Senjata

Pada Mei tahun lalu, pemerintahan AS di bawah Joe Biden mengumumkan pembekuan pengiriman sekitar 1.800 bom MK-84 dan 1.700 bom lainnya setelah khawatir Israel akan menggunakannya di wilayah Gaza yang padat penduduk.

Pengiriman ini kembali dilanjutkan setelah keputusan Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved