Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Janji Bebaskan Seluruh Sandera Israel, Syaratnya Gencatan Senjata Permanen

Juru bicara Hamas, Hazem Qasim  mengatakan, pihaknya siap menukar semua sandera Israel yang tersisa selama gencatan senjata tahap kedua di Gaza.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera English
PEMBEBASAN SANDERA - Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera English pada Minggu (16/2/2025) yang menunjukkan 3 sandera Israel pada Sabtu (15/2/2025). Juru bicara Hamas, Hazem Qasim  mengatakan, pihaknya siap menukar semua sandera Israel yang tersisa selama gencatan senjata tahap kedua di Gaza. 

Pada awal pekan lalu, sebelum kesepakatan pembebasan sandera, Hamas sempat mengancam akan membatalkan pembebasan sandera Israel.

Dalam keterangan resminya, Kelompok militan Hamas mengumumkan, bahwa pihaknya akan menunda pembebasan sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Tindakan itu dilakukan karena Hamas menyebut Israel telah gagal mematuhi perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Namun, sikap Hamas mulai melunak setelah Israel mengizinkan masuknya peralatan pembersih puing dan peralatan konstruksi ke Jalur Gaza yang hancur.

Negosiasi Tahap Kedua Gencatan Senjata Dimulai

Meskipun kesepakatan gencatan senjata tahap pertama belum selesai, Israel kabarnya telah memulai negosiasi tidak langsung dengan kelompok militan Palestina Hamas mengenai fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza pekan ini.

“Itu akan terjadi minggu ini,” kata Gideon Sa'ar Menteri Luar Negeri Israel, Rabu (19/2/2025).

Perundingan untuk tahap kedua kesepakatan itu seharusnya dimulai pada 2 Februari.

Namun, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat yang menjadi penengah antara kedua pihak mengatakan bahwa perundingan tersebut belum dilakukan secara resmi.

Pada negosiasi tahap dua akan dibahas pengembalian sisa sandera berjumlah 64.

Dalam perundingan kali ini, Israel dan Hamas kabarnya akan membahas beberapa isu, termasuk pemerintahan di Gaza pasca-perang.

Kantor berita Reuters memprediksi bahwa negosiasi tahap kedua akan berjalan sulit.

Sebab, masalah siapa yang memerintah di Gaza pasca-perang bakal ditentukan dalam perundingan kali ini.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved