Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Obrak-abrik Pangkalan Militer Nahal Oz Israel, IDF Akui Prajuritnya Lari Sembunyi

Media Israel mengungkap detail hasil investigasi militer Israel (IDF) atas kegagalan merespons serangan Banjir Al-Aqsa Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Tayang:
bbc/tangkap layar
BANJIR AL AQSA - Tangkap layar ilustrasi dari BBC, Kamis (27/2/2025) yang menunjukkan serangan para petempur milisi perlawanan Palestina -dipimpin Hamas- ke pangkalan militer Israel di selubung Gaza pada Operasi Banjir Al-Aqsa, 7 Oktober 2023. Hasil investigasi IDF menunjukkan, para prajurit Israel tidak siap siaga di malam serangan itu dilakukan. 

Hamas Obrak-abrik Pangkalan Militer Nahal Oz Israel, IDF Akui Prajuritnya Malah Lari Sembunyi

 
TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel (IDF) dilaporkan telah menuntaskan penyelidikannya terhadap kegagalan respons dan jejaring komando mereka dalam serangan operasi Banjir Al-Aqsa oleh milisi perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas.

Serangan lintas batas yang dilakukan faksi-faksi perlawanan Palestina -dipimpin Hamas- itu menyasar pemukiman-pemukiman Yahudi Israel yang berada di sekitaran (selubung) Jalur Gaza, pada 7 Oktober 2023.

Dalam serangan Banjir Al-Aqsa, faksi milisi Perlawanan Palestina juga mengobrak-abrik sejumlah pos militer Israel, satu di antara yang paling parah terkena serangan adalah Pangkalan Nahal Oz.

Baca juga:  Lembaga Top Israel Secara Sombong Akui IDF Gagal dalam Perang: Mau Bangun Gaza Asal Hamas Dilucuti

Channel 12 Israel, dalam laporannya mengungkap temuan paling penting dari investigasi tentara IDF terhadap "penyusupan ke pangkalan Nahal Oz pada 7 Oktober tersebut.

"Laporan menunjukkan aksi heroik dan keberanian para petempur Hamas dan kegagalan bencana yang dialami tentara Israel pada Sabtu Hitam," menurut saluran berbahasa Ibrani tersebut dikutip dari Khaberni, Kamis (27/2/2025).

Laporan menyebut, serangan petempur Hamas ke pangkalan militer IDF tersebut menewaskan 53 prajurit IDF di lokasi kejadian. Adapun 10 personel lainnya ditangkap dan ditahan oleh milisi perlawanan Palestina.

Kerja Intelijen Hamas Selama Bertahun-tahun

Laporan Channel 12 mencatat, kalau menurut rincian investigasi IDF serta analisis rekaman khusus dari kamera pejuang Hamas, penyerangan tersebut didasarkan pada rencana “Tembok Jericho” yang disusun Hamas.

Rencana serangan ini merujuk pada permukiman Nahal Oz dan Yiftach sebagai dua permukiman Yahudi Israel paling strategis di selubung Gaza.

"Hamas mencoba memahami dan mengetahui titik lemah dua titik ini, melalui informasi intelijen yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun," kata laporan tersebut.

Channel 12 Israel juga mengonfirmasi kalau, "Hamas mengetahui lokasi setiap ruangan dan setiap titik. Para pejuangnya mengetahui di mana para penjaga seharusnya berada dan di mana mereka tidak berada."

Laporan hasil investigasi IDF menambahkan, 

"Hamas sudah memperkirakan kalau waktu yang tepat untuk melakukan serangan adalah pada hari libur resmi atau akhir pekan, mengingat sedikitnya jumlah pasukan yang ditinggalkan tentara Israel di pangkalan tersebut."

Malam Sebelum Serangan Operasi Banjir Al-Aqsa

Laporan itu juga mengungkap hasil investigas IDF yang menunjukkan kelalaian personel IDF di posisi jaga pada malam sebelum serangan Banjir Al-Aqsa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved