Senin, 1 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Senyum Zelensky saat Disambut Raja Inggris, 2 Hari setelah Perdebatan Sengit dengan Donald Trump

Zelensky bertolak ke Inggris setelah perdebatan sengitnya dengan Presiden AS Donald Trump.

Tayang:
X The Royal Family
UKRAINA MENCARI DUKUNGAN - Foto yang diunggah akun keluarga kerajaan Inggris pada 3 Maret 2025, memperlihatkan pertemuan antara Raja Charles dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Zelensky tampak tersenyum sambil menjabat tangan sang raja. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Raja Charles III pada hari Minggu (2/3/2025), hanya dua hari setelah perdebatan sengit dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval.

Pertemuan Zelensky dan Raja Inggris itu berlangsung di Sandringham House menjelang KTT Eropa.

KTT itu diselenggarakan Inggris dalam upaya untuk meningkatkan dukungan bagi Zelensky.

Akun keluarga kerajaan di platform media sosial X mengunggah foto raja bersama Zelensky.

Zelensky tampak tersenyum sambil menjabat tangan Raja Charles.

"Malam ini, Yang Mulia Raja menerima Presiden Ukraina, @ZelenskyyUa, di Sandringham House," tulis postingan tersebut, disertai foto keduanya. 

Pesan tersebut diakhiri dengan emoticon bendera Ukraina.

UKRAINA MENCARI DUKUNGAN - Postingan akun keluarga kerajaan Inggris pada 3 Maret 2025, memperlihatkan pertemuan antara Raja Charles dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Zelensky tampak tersenyum sambil menjabat tangan sang raja.
UKRAINA MENCARI DUKUNGAN - Postingan akun keluarga kerajaan Inggris pada 3 Maret 2025, memperlihatkan pertemuan antara Raja Charles dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Zelensky tampak tersenyum sambil menjabat tangan sang raja. (X The Royal Family)

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu dengan Zelensky, memeluk presiden negara yang dilanda perang itu saat kedatangannya. 

Starmer menjanjikan dukungan yang tak tergoyahkan untuk Ukraina, dengan mengatakan Inggris akan mendukung Ukraina selama diperlukan.

Zelensky bertolak ke Inggris setelah sebelumnya berkunjung ke Washington untuk menemui Donald Trump.

Namun pertemuan keduanya tidak berjalan mulus.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1104: Zelensky Bertemu Raja Charles III

Pada hari Jumat (28/2/2025), pertemuan antara Zelensky dan Trump, yang juga dihadiri Wakil Presiden JD Vance, awalnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan bantuan militer AS untuk Ukraina serta perjanjian keamanan jangka panjang.

Namun, suasana pertemuan dengan cepat berubah menjadi panas ketika Zelensky menolak pendekatan Trump dalam negosiasi gencatan senjata dengan Rusia, Newsweek melaporkan.

Setelah debat yang sengit, Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani kesepakatan mineral penting dengan Amerika Serikat.

Kesepakatan ini semula diharapkan menjadi syarat untuk dukungan lanjutan bagi Ukraina.

Trump bahkan keliru menyalahkan Ukraina sebagai pihak yang memulai perang dengan Rusia, serta menyebut Zelensky sebagai "diktator."

Alih-alih menjadi diskusi diplomatik mengenai masa depan Ukraina, pertemuan tersebut berubah menjadi perdebatan panas.

Trump dan Vance mengkritik Zelensky, menuduhnya memanfaatkan dukungan AS sebagai "alat tawar-menawar" dalam negosiasi dengan Rusia.

JD Vance memulai konfrontasi dengan berkata kepada Zelensky, "Tuan Presiden, dengan segala hormat, saya pikir kurang tepat bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan membuat pernyataan seperti ini di depan media Amerika."

Saat Zelensky merespons penolakan, Trump menyela dengan nada tinggi: "Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang."

Trump kemudian semakin memperkeras nada suaranya, menuduh Zelensky membahayakan dunia dengan menolak negosiasi gencatan senjata.

"Anda mempertaruhkan terjadinya Perang Dunia III, dan tindakan Anda ini sangat tidak menghormati negara ini, yang sudah mendukung Anda jauh lebih banyak daripada yang seharusnya," kata Trump dengan nada marah.

Zelensky akhirnya meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani perjanjian mineral yang telah direncanakan dan tanpa mengadakan konferensi pers bersama.

Setelah kejadian itu, Zelensky menulis di akun X miliknya: "Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungannya. Terima kasih @POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami berusaha keras untuk mencapainya."

Ukraina Masih Terbuka soal Perjanjian Mineral

Dalam perkembangan terbaru, Zelensky mengatakan pada hari Minggu bahwa ia masih siap untuk menandatangani kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Sosok 4 Capres Ukraina yang Disodorkan AS Usai Zelensky Bertengkar dengan Donald Trump

Mengutip France24, Zelensky menyampaikan komentar tersebut kepada media Inggris di London, menjelaskan bahwa ia yakin dapat menyelamatkan hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump setelah pertemuan mereka yang menegangkan di Ruang Oval.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved