Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Sambut Baik Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Sebut Rusia Belum Siap Berdamai

Zelensky menegaskan Ukraina membutuhkan lebih banyak rincian dari Washington sebelum memberikan keputusan akhir.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube The White House
ZELENSKY DIUSIR TRUMP- Tangkapan layar YouTube The White House menunjukkan momen di mana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump terlibat adu mulut di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat (28/2/2025). Trump-Presiden Rusia Vladimir Putin teleponan, Selasa (18/3/2025) bahas perdamaian dengan Ukraina, Zelensky klaim akan mematuhi gencatan senjata selama Rusia juga melaksanakannya, dengan syarat AS harus menjadi penjamin pelaksanaannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat terkait serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina oleh Rusia.

Zelensky menegaskan Ukraina membutuhkan lebih banyak rincian dari Washington sebelum memberikan keputusan akhir.

Tanggapan ini terungkap setelah panggilan telepon antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (18/3/2025)

Zelensky memperingatkan bahwa Putin masih ingin "melemahkan" Ukraina dan "belum siap mengakhiri perang ini."

"Setelah kami mendapatkan rinciannya dari pihak AS, kami akan memberikan jawaban kami," kata Zelensky, dikutip dari Straits Times.

Ia menambahkan bahwa Ukraina akan mematuhi gencatan senjata selama Rusia juga melaksanakannya, dengan syarat AS harus menjadi penjamin pelaksanaannya.

Kremlin menyatakan bahwa Putin sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama 30 hari setelah panggilan teleponnya dengan Trump.

Rusia menegaskan gencatan senjata yang lebih luas hanya bisa dilakukan jika Ukraina tidak lagi menerima bantuan persenjataan dari negara lain.

"Mereka tidak siap untuk mengakhiri perang ini, dan kita bisa melihatnya. Mereka bahkan tidak siap untuk langkah pertama, yaitu gencatan senjata," ujar Zelensky.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menggambarkan panggilan telepon dengan Putin sebagai "sangat bagus dan produktif."

Ia menyatakan bahwa beberapa elemen "Kontrak Perdamaian" telah dibahas dan bahwa mereka sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi dengan harapan mencapai gencatan senjata penuh dan mengakhiri perang.

Baca juga: Bicara dengan Trump, Putin hanya Setuju Hentikan Serangan ke Fasilitas Energi Ukraina Selama 30 Hari

Pernyataan Gedung Putih setelah panggilan telepon tersebut tidak merinci apakah ada kesepakatan konkret yang dibuat dengan Ukraina.

Hanya disebutkan bahwa proses perdamaian akan dimulai dengan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi dan dilanjutkan dengan negosiasi mengenai gencatan senjata di Laut Hitam, gencatan senjata penuh, dan perdamaian permanen.

Tak lama setelah panggilan telepon Trump-Putin, sirene serangan udara berbunyi di Kyiv, dengan otoritas setempat meminta warga untuk berlindung.

Wartawan AFP juga melaporkan terdengarnya ledakan di ibu kota Ukraina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved