Rencana Militer AS Serang Yaman Bulan Depan Bocor di Grup Percakapan Para Pejabat Tinggi
Di dalam grup kecil itu ada Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth , dan penasihat keamanan nasional AS Mike Waltz.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Media sosial di Amerika Serikat (AS) heboh.
Penyebabnya obrolan di grup percakapan aplikasi Signal (sejenis WhatsApp) bocor ke wartawan.
Padahal grup itu beranggotakan para pejabat penting di AS.
Di dalam grup kecil itu ada Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth , dan penasihat keamanan nasional AS Mike Waltz.
Nah percakapan di dalam grup mengemuka soal rencana militer AS menyerang Houthi di Yaman awal bulan depan, April 2025.
Namun di dalam grup bernama "kelompok kecil PC Houthi" itu ada seorang wartawan bernama Jeffrey Goldberg.
Dia adalah pemimpin redaksi The Atlantic.
Alhasil rencana militer AS menyerang Yaman itu pun bocor ke publik karena keburu dipublikasikan Jeffrey Goldberg di medianya.
Goldberg mengatakan dalam grup Hegseth membagikan "detail operasional serangan yang akan datang di Yaman, termasuk informasi tentang target, senjata yang akan dikerahkan AS, dan urutan serangan."
Vance menanggapi Hegseth di utas tersebut, "Saya akan berdoa untuk kemenangan."
Hegseth menegur laporan Goldberg dengan mengatakan, "Tidak seorang pun mengirim rencana perang melalui pesan teks dan hanya itu yang perlu saya katakan mengenai hal itu."
Mengapa bisa ada wartawan di dalam grup?
Ternyata pejabat pemerintahan Donald Trump secara tidak sengaja mengundang seorang jurnalis terkenal dalam obrolan grup yang membahas rencana militer AS yang sensitif untuk menyerang Yaman awal bulan ini.
Dalam sebuah artikel untuk The Atlantic yang diterbitkan daring pada hari Senin, Jeffrey Goldberg menulis bahwa ia secara tak sengaja telah diberi akses ke rangkaian teks dengan anggota-anggota penting tim keamanan nasional Gedung Putih.
Dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada CNN , Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tampaknya mengonfirmasi kebenaran cerita Goldberg sambil mengatakan tim keamanan nasional masih mendapat dukungan penuh dari presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-jd-vance-645765iiu.jpg)