Gempa di Myanmar
Tragedi Gempa 7.7 di Myanmar dan Thailand: Cerita Korban Selamat
Lebih dari 1000 orang tewas, inilah pengalaman menegangkan para korban selamat.
TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar dan Thailand baru-baru ini telah meninggalkan jejak luka yang mendalam.
Dengan lebih dari 1000 orang dipastikan tewas, banyak cerita selamat yang muncul dari kejadian tragis ini.
Pada hari Jumat, 28 Maret 2025, gempa berkekuatan 7.7 telah mengguncang pusat Myanmar, dan dampaknya terasa hingga ke negara tetangga seperti Thailand dan bahkan China.
Menurut laporan dari berbagai sumber, tim penyelamat saat ini tengah berusaha menjangkau korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Bagaimana Korban Selamat Menghadapi Gempa?
Seorang warga di Mandalay, Myanmar, menggambarkan detik-detik gempa yang menyayat hati kepada BBC. “Kota ini seperti kota yang hancur,” ungkapnya.
Gempa itu berlangsung selama tiga hingga empat menit, dan saat menerima pesan dari teman-teman, ia menyadari bahwa gempa tidak hanya terjadi di Yangon, tetapi juga di banyak tempat di seluruh negeri.
Di Nay Pyi Taw, ibu kota Myanmar, seorang petugas penyelamat menjelaskan tantangan yang mereka hadapi.
“Kami berusaha menyelamatkan seseorang yang terjebak di dalam rumah tetapi tidak berhasil. Kami hanya bisa menemukan orang di tempat yang suaranya masih terdengar,” ujarnya.
Di Bangkok, seorang pekerja konstruksi bernama Khin Aung menceritakan bagaimana ia berhasil melarikan diri dari gedung pencakar langit yang runtuh.
“Ketika shift kerja saya berakhir sekitar pukul 1 siang, saya keluar untuk mengambil air dan melihat adik laki-laki saya sebelum keluar,” katanya kepada AFP.
Saat ia keluar, Aung melihat debu di mana-mana dan segera berlari untuk menyelamatkan diri dari gedung yang runtuh.
Baca juga: 3 Kisah Pilu Korban Gempa Myanmar, Kehilangan Keluarga dan Perjuangan Hidup dalam Bencana
“Saat saya menelepon saudara laki-laki dan teman-teman saya, sambungan terputus dan gedung itu runtuh,” ujarnya dengan nada yang sulit menggambarkan perasaannya.
Di Chinatown, seorang turis bernama John juga mengalami situasi mencekam.
“Tiba-tiba lantai mulai bergerak. Saya melihat ke bawah dan semua orang mulai berteriak panik,” ceritanya.
“Kami semua sangat ketakutan, berlari, berteriak, dan saling mendorong untuk keluar dari gedung,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/update-korban-tewas-gempa-myanmar.jpg)