Konflik Suriah
Arab Saudi Disebut Siap Lunasi Utang Suriah Rp 252 Miliar ke Bank Dunia, Belum Ada Komentar Resmi
Tunggakan utang Suriah selama ini menjadi penghalang utama bagi negara tersebut untuk menerima hibah dan dukungan baru, termasuk dari Bank Dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi dilaporkan bersiap melunasi utang Suriah kepada Bank Dunia senilai sekitar USD 15 juta, atau setara Rp 252 miliar.
Langkah ini disebut-sebut sebagai momen penting yang bisa membuka jalan bagi bantuan internasional, sekaligus menandai perubahan besar dalam sikap Riyadh terhadap Suriah pasca-kejatuhan Bashar al-Assad.
Menurut laporan Reuters yang mengutip tiga sumber mengetahui isu ini, rencana pelunasan itu akan menjadi bentuk dukungan finansial pertama dari Arab Saudi kepada Suriah sejak Assad digulingkan tahun lalu.
Tunggakan utang Suriah selama ini menjadi penghalang utama bagi negara tersebut untuk menerima hibah dan dukungan baru, termasuk dari Bank Dunia.
Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur Suriah yang rusak akibat perang, serta membayar gaji pegawai negeri.
Pejabat Bank Dunia disebut telah menjalin komunikasi dengan pihak terkait guna membantu memperbaiki jaringan listrik Suriah dan menstabilkan ekonominya.
Namun, dukungan semacam itu mensyaratkan pelunasan utang Suriah terlebih dahulu.
Kementerian Keuangan Arab Saudi menolak mengonfirmasi rencana ini.
“Kami tidak mengomentari spekulasi, tetapi akan membuat pengumuman, jika dan ketika rencana tersebut menjadi resmi,” kata pernyataan resmi kementerian tersebut, dikutip Reuters.
Sejauh ini, baik Bank Dunia, pemerintah Suriah, maupun kantor media pemerintah Saudi belum memberikan komentar.
Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa dukungan negara-negara Teluk untuk Suriah mulai bergulir setelah tertunda bertahun-tahun.
Sebelumnya, Qatar sempat mengusulkan program pendanaan gaji pegawai negeri Suriah, tetapi terhambat oleh ketidakpastian terkait sanksi dari Amerika Serikat.
Baca juga: Dukung Ahmad al-Sharaa, Arab Saudi Dikabarkan Bakal Lunasi Penuh Utang Suriah kepada Bank Dunia
Pada bulan lalu, Doha juga mengumumkan rencana untuk memasok gas ke Suriah melalui Yordania sebagai solusi atas krisis listrik, yang menurut laporan Reuters, diam-diam mendapat lampu hijau dari Washington.
Meski Bashar al-Assad telah disingkirkan, sanksi AS yang diberlakukan selama pemerintahannya masih tetap berlaku.
Hal ini terus membatasi interaksi internasional dengan pemerintahan baru Suriah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Putra-mahkota-Arab-Saudi-Mohammed-bin-Salman-dan-Presiden-Suriah.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.