Senin, 11 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Donald Trump Klaim Zelensky Siap Serahkan Krimea kepada Rusia

Bagi Ukraina, Krimea bukan hanya sebuah wilayah strategis, tetapi juga simbol dari perjuangan mereka melawan agresi Rusia.

Tayang:
Kantor Kepresidenan Ukraina
TRUMP DAN ZELENSKY - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) terlihat bertemu di tengah acara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, Sabtu (26/4/2025). Pada Minggu (27/4/2025), Trump menyatakan, ia yakin Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, siap menyerahkan Krimea kepada Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pada Minggu (27/4/2025) bahwa ia yakin Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, siap menyerahkan Krimea kepada Rusia.

Pernyataan itu, bertentangan langsung dengan sikap resmi Zelensky, yang berulang kali menegaskan bahwa Ukraina tidak akan melepaskan wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.

"Oh, saya kira begitu," kata Trump ketika ditanya apakah menurutnya Zelensky siap untuk "menyerahkan" Krimea, seperti dilaporkan Reuters.

Komentar ini muncul di tengah upaya Trump untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Pernyataan ini menuai kontroversi, mengingat Krimea dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.

Ukraina atau negara-negara Barat tidak pernah mengakui aneksasi tersebut.

Kyiv tetap mempertahankan klaimnya atas wilayah tersebut.

Pemerintahan Zelensky juga berjanji untuk merebut kembali Krimea.

Konflik Krimea dan Pengaruhnya dalam Perundingan

Krimea merupakan pusat ketegangan sejak Rusia mengambil alih wilayah itu pada 2014.

Ukraina dan banyak negara internasional, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, menyatakan bahwa aneksasi Krimea oleh Rusia adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.160: Ngobrol 4 Mata di Roma, Trump Akui Baikan dengan Zelensky

Meskipun demikian, Rusia mempertahankan kontrol atas Krimea, dan wilayah tersebut telah menjadi salah satu titik penting dalam perang yang berlangsung antara kedua negara.

Zelensky sendiri berulang kali menegaskan bahwa Ukraina tidak akan pernah menerima aneksasi Krimea.

"Wilayah tersebut harus dikembalikan ke Ukraina sebagai bagian dari setiap perundingan damai," katanya.

Dalam pidatonya pada beberapa kesempatan, ia menegaskan bahwa bagi Ukraina, Krimea adalah bagian dari negara mereka yang tidak dapat digadaikan dalam perundingan.

Trump memiliki pandangan yang berbeda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved