Minggu, 10 Mei 2026

Konflik India dan Pakistan

India Tabuh Genderang Perang, Luncurkan Rudal Brahmos untuk Gertak Pakistan

Angkatan Laut India meluncurkan rudal Brahmos dari sejumlah kapal perangnya di Laut Arab, untuk menggertak Pakistan pasca keduanya terlibat ketegangan

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Tangkap layar akun Angkatan AL India di X @indiannavy.
INDIA TEMBAK RUDAL - Tangkap layar akun Angkatan AL India di X @indiannavy memperlihatkan Angkatan Laut India beberapa kali meluncurkan rudal Brahmos dari sejumlah kapal perangnya di Laut Arab. 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah India memerintahkan Angkatan Lautnya untuk meluncurkan rudal Brahmos dari sejumlah kapal perangnya di Laut Arab.

Adapun serangan ini dilakukan untuk menggertak Pakistan pasca-keduanya terlibat ketegangan akibat sengketa wilayah Kashmir dan keputusan politik yang tidak dapat diselesaikan.

Namun belakangan ini ketegangan kembali meningkat usai sebuah serangan mematikan menewaskan 26 orang turis asing di wilayah Kashmir, perbatasan kedua negara.

India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Kashmir Resistance, bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara Pakistan membantah keterlibatannya dan menyerukan penyelidikan independen.

Buntut konflik ini India mulai memamerkan sejumlah kapal perang mereka yang menembakkan rudal Brahmos anti-kapal perang.

 Kapal-kapal perang yang menjalani misi di Laut Merah itu antara lain Kolkata kelas perusak dan dua kelas frigat yaitu Nilgiri dan Krivak.

"Kapal perang Angkatan Laut India sukses menembakkan (rudal) anti kapal beberapa kali untuk menegaskan kembali dan menunjukkan kesiapan platform, sistem, dan para kru untuk melakukan serangan jarak jauh yang akurat," demikian cuitan Angkatan AL India di akun X, @indiannavy.

 "Angkatan Laut India siap bertempur, kredibel, dan siap menghadapi masa-masa ke depan dalam menjaga maritim negara ini. Kapan saja, dimana saja, dan apapun caranya," lanjut akun tersebut.

Tak hanya itu New Delhi juga turut menangguhkan secara sepihak Perjanjian Indus Waters Treaty (Perjanjian Perairan Indus) yang menjadi kunci pembagian air.

Serta menutup perbatasan Wagah, menghentikan upacara tradisional, dan memerintahkan anak-anak Pakistan yang berada di India untuk kembali tanpa ibu mereka

Langkah-langkah ini menunjukkan peningkatan ketegangan yang mengingatkan pada perpecahan tahun 1947, menyoroti kompleksitas dan sensitivitas konflik Kashmir, yang melibatkan faktor sejarah, politik, dan keamanan yang mendalam.

Baca juga: India dan Pakistan di Ambang Perang, Presiden Iran Telepon Dua Perdana Menteri 

Pakistan Ancam Serang India Pakai Nuklir

 Merespon gertakan India, Menteri Perkeretaapian Pakistan Hanif Abbasi langsung mengeluarkan kecaman keras.

Ia bahkan tak segan mengancam India dengan serangan senjata nuklir di tengah memanasnya perseteruan kedua negara.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu, Abbasi mengingatkan bahwa Pakistan memiliki banyak rudal dan 130 hulu ledak nuklir yang sewaktu-waktu dapat membumihanguskan India.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved