Minggu, 31 Agustus 2025

Pelaku Kasus Ledakan Besar di Iran Terindentifikasi, Material Bahan Bakar Rudal Diduga Meledak

Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengatakan pelaku kasus ledakan besar di Pelabuhan Shahid Rajaee telah diidentifikasi.

RNTV/TangkapLayar
LEDAKAN DAHSYAT - Api melahap sebuah truk di sepanjang jalan raya yang hancur setelah sebuah ledakan di dermaga pelabuhan Shahid Rajaee, Iran Selatan, Sabtu, 26 April 2025. 

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengatakan pelaku kasus ledakan besar di Pelabuhan Shahid Rajaee telah diidentifikasi.

Ledakan di pelabuhan dagang terbesar di Iran itu terjadi pada hari Sabtu, (26/4/2025). Informasi terbaru menyebutkan korban tewas kini mencapai 70 orang.

“Pelaku telah terindentifikasi dan dipanggil,” ucap Momeni hari Senin kemarin, dikutip dari France24.

Momeni mengklaim ledakan itu disebabkan oleh sejumlah “kelemahan”, termasuk “ketidakpatuhan terhadap tindakan pencegahan demi keselamatan dan kelalaian”.

Dia mengatakan penyelidikan masih dilakukan. Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meminta adanya penyelidikan kasus tersebut.

Adapun Mehrdad Hassanzadeh, Direktur Manajemen Krisis di Provinsi Hormozgan, berujar upaya pemadaman di api di pelabuhan itu kini sudah pada tahap akhir.

Siaran TV pemerintah Iran memperlihatkan para pemadam kebakaran masih berusaha menjinakkan api. Besarnya kerusakan baru akan diperkirakan setelah api sudah padam.

Ada lebih dari 1.000 korban luka dalam peristiwa itu. Hassanzadeh mengklaim sebagian besar telah dipulangkan sesudah menjalani perawatan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat mengunjungi rumah sakit tempat merawat para korban luka. Negara Timur Tengah itu mengumumkan kebijakan tiga hari berkabung.

Belum diketahui penyebab pasti ledakan itu. Namun, kantor bea cukai pelabuhan mengatakan ledakan mungkin disebabkan oleh api yang muncul di gudang berisi material kimia yang berbahaya.

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan awalnya ada asap yang muncul di antara kontainer. Satu menit kemudian bola api muncul.

Baca juga: Iran Sebut Ledakan yang Terjadi di Pelabuhan Rajaee Tak Ada Kaitannya dengan Aktivitas Militer Iran

Setelah ledakan itu, otoritas Iran memerintahkan penutupan semua sekolah dan kantor di dekat tempat ledakan. Warga juga diimbau untuk tidak pergi keluar hingga pemberitahuan selanjutnya.

Sodium perchlorat diduga meledak

Koran terkenal Amerika Serikat, The New York Times, mengutip pernyataan narasumber yang punya kaitan dengan Korps Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC).

Menurut narasumber anonim itu, material yang meledak di pelabuhan itu adalah sodium perchlorate, sebuah material penting untuk bahan bakar padat yang menjadi tenaga rudal.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik berkata di area ledakan tidak ada kargo impor atau ekspor untuk bahan bakar militer atau keperluan militer.

Sejauh ini Iran menganggap ledakan itu sebagai kecelakaan. Ledakan tersebut terjadi ketika delegasi Iran dan AS sedang bertemu di Oman guna membahas program nuklir Iran.

Legislator Iran sebut Israel terlibat

Washington Post mengatakan Pelabuhan Shahid Rajaee pernah menjadi target serangan serangan siber Israel tahun 2020.

Lalu, seorang anggota dewan Iran bernama Mohammad Siraj menuding Israel terlibat dalam ledakan di pelabuhan itu.

“Itu bukan ketidaksengajaan. Bukti-bukti jelas mengarah kepada keterlibatan Israel,” kata Siraj kepada kantor berita Rokna pada hari Minggu.

“Ada bom yang ditanam di dalam kontainer, entah di negar asal atau di sepanjang rute pengiriman.”

Baca juga: Ledakan di Pelabuhan Iran: 40 Jiwa Tewas, Ledakan Diduga dari Api Kecil Diperparah Suhu 40 Derajat

Siraj menyebut Iran tidak mengesampingkan kemungkinan adanya faktor internal dalam penanaman bom di kontainer itu. Menurut dia, ledakan terjadi di empat lokasi berbeda. Namun, dia tidak menyodorkan bukti guna mendukung klaimnya.

Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengatakan negaranya tak punya kaitan dengan ledakan di Iran. Adapun para pemimpin Israel belum secara resmi mengomentari ledakan itu.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan