Sabtu, 9 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Penuh Kontroversi, Ini Rangkuman 100 Hari Pertama Trump Kembali Pimpin AS

Seratus hari pertama pemerintahan Donald Trump di masa jabatan keduanya kembali ke Gedung Putih menjadi periode yang penuh dengan kontroversi. 

Tayang:
Tangkapan layar YouTube White House
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT - Tangkapan layar YouTube White House yang diambil pada Selasa (15/4/2025) memperlihatkan Donald Trump memberikan ucapan selamat Paskah pada 13 April 2025. Seratus hari pertama pemerintahan Donald Trump di masa jabatan keduanya kembali ke Gedung Putih menjadi periode yang penuh dengan kontroversi.  

TRIBUNNEWS.COM - Seratus hari pertama pemerintahan Donald Trump di masa jabatan keduanya kembali ke Gedung Putih menjadi periode yang penuh dengan kontroversi. 

Bagi para pendukungnya, ini adalah awal dari pembongkaran kebijakan lama dan penerapan perubahan besar yang berani.

Namun, bagi pengkritiknya, langkah-langkah yang diambil Trump mencerminkan otoritarianisme yang menentang prinsip-prinsip dasar Konsitusi dan berisiko memperburuk ketegangan ekonomi serta memicu resesi.

Beberapa tindakan kontroversi Trump selama 100 hari pemerintahannya adalah kebijakan perdagangan yang mempengaruhi ekonomi global hingga langkah-langkah dalam pengurangan tenaga kerja pemerintah dan kebijakan imigrasi.

Berikut ini adalah rangkuman tindakan-tindakan besar yang mewarnai 100 hari pertama Trump yang dikutip dari AP News:

1. Adanya 140 Perintah Eksekutif Baru

Dalam seratus hari pertama, Trump telah menandatangani hampir 140 perintah eksekutif.

Jumlah ini hampir menyamai jumlah yang dilakukan oleh pendahulunya, presiden Joe Biden, selama 4 tahun masa jabatannya.

Jumlah ini mencatatkan kecepatan yang luar biasa dibandingkan presiden sebelumnya,

Bahkan mengingatkan pada masa kepresidenan Franklin Delano Roosevelt yang menghadapi depresi besar.

Tanpa meminta persetujuan Kongres, Trump menggunakan perintah eksekutif untuk mengenakan tarif impor baru dan memfasilitasi pemangkasan tenaga kerja federal.

2. Tarif Bea Masuk 145 Persen terhadap China

Baca juga: Di Tengah Kritik, Trump Sebut 100 Hari Pemerintahannya Paling Sukses dalam Sejarah AS

Salah satu kebijakan yang paling kontroversial adalah agenda tarif Trump terhadap mitra dagang utama, khususnya China.

Tarif 145 persen yang dikenakan pada barang-barang asal China mengarah pada perang dagang yang meresahkan perekonomian global.

Meskipun ada pengecualian untuk barang elektronik, dampaknya sangat terasa bagi pasar keuangan dan menyebabkan ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, China membalas dengan mengenakan tarif pada produk-produk AS.

Meskipun terdapat potensi pendapatan dari tarif ini, khawatirnya perang dagang akan menyebabkan inflasi tinggi dan memicu resesi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved